REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya memastikan bahwa pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN secara umum berada dalam kondisi aman. Ia menyatakan proses pemulihan sistem kelistrikan di Jawa terus berjalan seiring dengan masuknya pasokan tambahan batu bara berkualitas menengah.
Berdasarkan informasi terbaru dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), penugasan batu bara untuk kebutuhan PLN telah mencapai sekitar 212 juta metrik ton. Jumlah ini dinilai telah melampaui kebutuhan batu bara PLN selama satu tahun yang berada di kisaran 154 juta metrik ton.
"Kami sudah melakukan pengecekan bersama Ditjen Minerba. Dari sisi volume, pasokan batu bara yang ditugaskan untuk PLN sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan tahunan," ujar Bambang ketika dihubungi di Jakarta, Minggu.
Meski demikian, Bambang menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini bukan terletak pada ketersediaan batu bara secara keseluruhan, melainkan pada komposisi kualitas batu bara yang digunakan untuk operasional sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Sebagian besar kontrak batu bara PLN masih didominasi oleh batu bara berkalori rendah.
Sementara itu, beberapa pembangkit memerlukan campuran batu bara dengan kalori menengah agar proses pembakaran pada boiler dapat berlangsung optimal sesuai spesifikasi teknis. Kondisi tersebut, ditambah dengan adanya kegiatan pemeliharaan pada dua pembangkit besar di Cilacap dan Pacitan, berdampak pada penurunan daya mampu sistem kelistrikan Jawa.
Intervensi Cepat Kementerian ESDM
Untuk mengatasi situasi tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengambil langkah cepat dengan mengalihkan sebagian pasokan batu bara berkalori menengah dari sejumlah perusahaan tambang. Pasokan tambahan tersebut berasal dari beberapa perusahaan, termasuk PT Bukit Asam (PTBA), KPC, dan grup ITM.
Batu bara berkalori menengah tersebut akan digunakan untuk proses blending atau pencampuran dengan batu bara berkalori rendah. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan performa pembangkit dan mengembalikan kapasitas operasi PLTU secara bertahap.
Bambang mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Kementerian ESDM dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional serta memastikan kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi. "Saya melihat langkah yang dilakukan Kementerian ESDM sudah cukup baik melalui intervensi cepat untuk mendahulukan kebutuhan dalam negeri. Kami berharap pasokan batu bara tambahan yang mulai masuk dalam beberapa hari ke depan dapat mempercepat pemulihan daya mampu pembangkit," katanya.
Ia menambahkan, PLN juga terus melakukan berbagai upaya optimasi sistem untuk menjaga pasokan listrik kepada masyarakat. Berdasarkan laporan yang diterima Komisi XII DPR RI, defisit daya yang sebelumnya terjadi telah berangsur menurun dan saat ini tersisa sekitar 2 gigawatt (GW).
Bambang berharap proses pemulihan dapat berlangsung secara bertahap seiring masuknya pasokan batu bara tambahan dan selesainya pemeliharaan pembangkit yang sedang berlangsung. "Kami berharap dalam beberapa hari ke depan kondisi sistem kelistrikan di Jawa semakin membaik dan pasokan listrik kepada masyarakat kembali normal secara bertahap," tutupnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

5 hours ago
4

















































