Simulasi atau pelatihan tanggap bencana yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berkolaborasi dengan InJourney Destination Management (IDM) di SMA I Kalasan, Jumat (22/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN - Deru sirine memecah suasana di lingkungan SMAN 1 Kalasan, Jumat (22/5/2026). Ratusan siswa berlarian keluar kelas, sebagian berlindung di bawah meja sebelum menuju titik evakuasi. Teriakan komando terdengar bersahutan, menggambarkan kepanikan saat gempa besar terjadi.
Namun aksi dramatis itu bukan bencana sungguhan. Simulasi tersebut merupakan bagian dari program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diselenggarakan dalam rangka peringatan 20 tahun gempa besar Yogyakarta dan Jawa Tengah 2006 silam. Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tragedi yang pernah meluluhlantakkan bangunan dan merenggut ribuan nyawa tidak boleh terulang tanpa kesiapan yang lebih baik.
Wakil Kepala Bagian Humas SMAN 1 Kalasan, Aris Widaryanti, mengatakan ingatan tentang gempa 2006 masih membekas kuat. Sekolah mereka termasuk yang terdampak cukup parah saat gempa 2026 mengguncang wilayah DIY. Sebagian bangunan sekolah rusak, sementara banyak guru dan karyawan kehilangan rumah karena tinggal di kawasan selatan yang paling terdampak.
"Mungkin 40 persen guru dan karyawan (korbannya) karena kebanyakan tinggal di wilayah selatan, rumah mereka banyak yang hancur, berantakan gak punya rumah," kenang Aris, Jumat (22/5/2026).
Trauma itulah yang kini menjadi alasan sekolah terus memperkuat kesiapsiagaan bencana. Terlebih, posisi sekolah berada dekat jalur aktif Sesar Opak yang menjadi salah satu sumber gempa besar 2006. Selain memperkuat struktur bangunan, simulasi kebencanaan disebutnya rutin dilakukan agar siswa memahami langkah penyelamatan diri sejak dini.
"Kami senang sekali paling tidak memberikan awareness atau kesadaran bagi mereka. Karena anak-anak ini belum pernah mengalami gempa yang seperti dulu. Sementara kalau bapak ibu guru di sini mengalami. Jadi ketika ini mereka lebih serius dan latihan menghadapi bencana dengan baik," ujarnya.

7 hours ago
4















































