Kemlu Upayakan Pembebasan WNI Korban Pembajakan di Somalia

6 hours ago 3

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memastikan koordinasi intensif dan langkah lanjutan telah ditempuh untuk memastikan keamanan serta keselamatan anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang menjadi korban pembajakan kapal di Somalia.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Kemlu RI Heni Hamidah menyebutkan pihaknya telah menindaklanjuti laporan pembajakan kapal MT Honour 25 yang terjadi di perairan sekitar Hafun, Somalia, pada Rabu pekan lalu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia,” kata Heni kepada ANTARA di Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Ia menyampaikan bahwa upaya saat ini difokuskan pada tindak lanjut penanganan yang melibatkan otoritas pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha terkait.

"KBRI Nairobi akan terus memantau perkembangan situasi secara saksama melalui koordinasi intensif dan terukur dengan seluruh pihak terkait lain," ucap Heni.

Hal tersebut, kata Heni, dilakukan untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal dengan tetap mengedepankan keselamatan para ABK WNI.

Heni menambahkan, menurut informasi yang diperoleh, di dalam kapal tersebut terdapat empat WNI, 10 warga negara Pakistan, seorang warga negara India, dan seorang warga negara Myanmar.

Adapun pada Ahad, keluarga korban pembajakan tanker Honour 25 meminta pemerintah RI dan Presiden Prabowo Subianto segera menyikapi kasus tersebut demi keselamatan para ABK.

Sitti Aminah, ibu kandung Kapten Honour 25 Ashari Samadikun, menyebutkan kapal yang dinakhodai anaknya mengangkut komoditas minyak dan berlayar dari Oman sejak awal tahun ini.

Sementara itu, istri korban, Santi Sanjaya, mengatakan masih dapat berkomunikasi dengan suaminya sebelum kapal tersebut diambil alih bajak laut Somalia. Dalam komunikasi terakhir, kata dia, korban menyebutkan kapalnya akan diserang perompak.

Santi berujar, setelah berhasil terhubung kembali dengan suaminya di atas kapal, diketahui para ABK dalam kondisi baik, tapi mereka menghadapi tekanan psikologis karena situasi yang berubah-ubah.

Ia juga mengungkapkan para perompak meminta tebusan uang.

Menurut pemberitaan sebelumnya, diketahui keempat WNI di kapal tersebut terdiri atas dua warga Sulawesi Selatan dan dua orang lainnya berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |