AMERIKA Serikat telah memblokade militer terhadap Selat Hormuz di tengah ketegangan yang meningkat dengan Iran sejak Senin, 13 April 2025. Ekonom sekaligus ekonomi Universitas Pembangunan Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat memperkirakan hal tersebut bakal berdampak terhadap perekonomian global dan domestik.
Dampak terhadap perekonomian itu muncul dari kenaikan biaya produksi dan gangguan pasokan logistik imbas blokade AS di jalur vital perdagangan energi dunia ini. “Bagi dunia usaha di Indonesia, transmisi ini bukan hanya soal harga bensin di SPBU, melainkan lonjakan biaya bahan baku industri yang sebagian besar masih harus diimpor menggunakan transportasi laut,” kata Achmad lewat keterangan tertulis pada Rabu, 15 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Akibatnya, kata Achmad, margin keuntungan perusahaan semakin tertekan dan pada akhirnya memaksa perusahaan melakukan efisiensi. Dalam skenario terburuk, kondisi ini bisa berujung pada pengurangan tenaga kerja.
Dinamika kondisi geopolitik ini juga berdampak terhadap nilai tukar rupiah yang terus melemah dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data Trading Economics, pada Senin pagi, 15 April 2026, kurs rupiah merangkak naik di atas 17.110 per dolar AS. Rupiah bertahan di level 17.000 per dolar AS sejak awal April hingga saat ini.
Menurut Achmad, pelemahan rupiah adalah cerminan dari fenomena pelarian modal menuju keamanan atau yang sering disebut sebagai arus aset aman. Salah satunya dolar AS. “Pelemahan ini bukan sekadar angka di layar monitor para trader, melainkan beban nyata bagi daya beli masyarakat,” ucapnya.
Ia menilai faktor eksternal atau ketegangan di Timur Tengah menjadi faktor yang mendominasi penyebab rupiah melemah. Termasuk kondisi blokade AS di Selat Hormuz. “Namun, kita tidak boleh menutup mata pada faktor domestik seperti permintaan musiman terhadap valuta asing untuk pembayaran utang dan dividen yang memperkeruh suasana."
Sebelum blokade, Presiden Donald Trump mengunggah pernyataan di platform Truth Social menyatakan akan memblokade kapal-kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran pada 13 April pukul 10.00 pagi waktu timur. Ia juga mengatakan bahwa AS akan memblokade Selat Hormuz. Langkah AS ini akan dilakukan setelah pembicaraan maraton di Islamabad selama akhir pekan antara negosiator AS, Iran, dan Pakistan gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
















































