REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan agar rumah-rumah warga di bantaran sungai Citarum yang sering terendam banjir untuk dialihkan atau direlokasi. Ia menilai langkah itu menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan banjir di Kabupaten Bandung.
Seperti diketahui, hujan ekstrem yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan banjir di wilayah Kabupaten Bandung tepatnya di Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Baleendah, dan Dayeuhkolot. Puluhan ribu masyarakat terdampak banjir.
"Rumah-rumah di bantaran sungainya harus dialihkan. Tidak boleh lagi rumah di bantaran sungai," kata dia seusai acara Musrenbang di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (15/4/2026).
Ia menuturkan, permasalahan banjir di Kabupaten Bandung dapat segera diatasi dengan strategi tata ruang Kabupaten Bandung yang harus diubah. Selain itu, normalisasi sungai-sungai harus dilakukan.
"Hulu sungainya harus direhabilitasi menjadi lahan hijau. Yang keempat, perubahan lahan jangan terus terjadi. Sawah terus dibikin bangunan, perumahan, segala macam, itu yang harus dilakukan," kata dia.
Ia menyebut apabila langkah-langkah yang bersifat panjang tersebut tidak dilakukan maka tidak akan terselesaikan masalah banjir di Kabupaten Bandung.
"Kalau enggak dilakukan, itu enggak bersifat jangka panjang, enggak akan pernah beres. Tetap harus selesai," kata dia.
Sebelumnya, puluhan ribu warga Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung terdampak banjir akibat hujan deras dan luapan sungai Citarum yang terjadi sejak Jumat (10/4/2026) kemarin hingga saat ini. Sebagian warga pun terpaksa mengungsi ke tempat pengungsian.
Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi mengatakan luapan air Sungai Citarum, Cipalasari, dan Cigede menyebabkan banjir merendam pemukiman di wilayah Dayeuhkolot sejak Jumat (10/4/2026) hingga Senin (13/4/2026) hari ini. Ketinggian banjir bervariasi mulai dari 10 sentimeter hingga 1 meter.
Ia menyebut banjir merendam pemukiman di sejumlah kampung di Desa Dayeuhkolot, Desa Citereup, Desa Cangkuang Wetan dan Kelurahan Pasawahan. "Banyak rumah warga yang terendam banjir dan sebagian akses jalan terputus," ucap dia, Senin (13/4/2026).

2 hours ago
1















































