SEBANYAK 17 negara mendesak Israel dan Libanon untuk memanfaatkan peluang perundingan langsung yang dimediasi Amerika Serikat di Washington. Seruan itu disampaikan para menteri luar negeri dalam pernyataan bersama pada Selasa, 14 April 2026. Dialog ini disebut sebagai yang pertama dalam beberapa dekade antara dua negara yang bertetangga namun lama berkonflik.
Menurut laporan Arab News, Kementerian Luar Negeri Inggris mempublikasikan pernyataan bersama tersebut. Dalam pernyataan itu ditegaskan bahwa negosiasi langsung dapat membuka jalan bagi keamanan yang berkelanjutan. “Negosiasi langsung dapat membuka jalan untuk mewujudkan keamanan yang langgeng bagi Libanon dan Israel serta kawasan,” demikian isi pernyataan tersebut.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pernyataan yang sama juga menyerukan penurunan eskalasi dengan segera. Para menteri meminta semua pihak untuk memanfaatkan momentum gencatan senjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. “Kami menyerukan kepada semua pihak untuk segera menurunkan eskalasi dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran,” demikian pernyataan itu.
Dukungan Perundingan Langsung
Dikutip NDTV, pernyataan tersebut ditandatangani oleh menteri luar negeri dari Inggris, Australia, serta sejumlah negara Eropa seperti Prancis, Belgia, Belanda, dan Spanyol. Namun, beberapa negara lain seperti Jerman, Austria, Hungaria, dan Italia tidak termasuk dalam daftar penandatangan.
Israel dan Libanon dijadwalkan menggelar pembicaraan langsung dengan mediasi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio. Negara-negara tersebut juga menyambut inisiatif Presiden Libanon Joseph Aoun, untuk membuka jalur dialog. Mereka menyatakan kesiapan untuk mendukung proses tersebut.
Eskalasi Konflik dan Korban Sipil
Ketegangan meningkat setelah Libanon terseret dalam konflik kawasan pada 2 Maret 2026, menyusul serangan yang dilakukan oleh kelompok Hizbullah terhadap Israel. Sejak itu, serangan balasan Israel terus berlangsung, termasuk serangan besar ke Beirut pada 8 April 2026. Lebih dari 2.000 orang tewas dan lebih dari satu juta orang mengungsi akibat rangkaian serangan tersebut.
Dalam pernyataan bersama, para menteri juga menyatakan kecaman terhadap kedua pihak. Mereka mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan Hizbullah ke Israel serta serangan besar-besaran Israel ke Libanon.
















































