REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Investor asing masih melanjutkan aksi jual di pasar saham domestik. Pada perdagangan Selasa (2/6/2026), investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) sekitar Rp 1,37 triliun meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,11 persen.
Arus keluar dana asing tersebut menjadi sinyal pelaku pasar global masih berhati-hati terhadap aset berisiko di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan penguatan IHSG belum didukung oleh aliran dana asing yang kembali masuk ke pasar domestik.
"IHSG kemarin ditutup naik 1,11 persen, tetapi masih disertai net sell asing sekitar Rp 1,37 triliun. IHSG berpotensi kembali terkoreksi hari ini," ujar Fanny dalam riset hariannya, Rabu (3/6/2026).
Ia mencatat saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain TPIA, ASII, MAPI, BUVA, dan BMRI. Tekanan terhadap pasar antara lain berasal dari ketidakpastian perkembangan konflik di Timur Tengah. Investor mencermati laporan mengenai terhentinya komunikasi Iran dan Amerika Serikat melalui mediator yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Kondisi tersebut ikut menopang harga minyak dunia yang masih bertahan di level tinggi. Bagi pasar keuangan, kenaikan harga energi berpotensi memicu tekanan inflasi dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi.
Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat kembali mencetak rekor. Indeks S&P 500 naik 0,13 persen ke level 7.609,78, sedangkan Dow Jones menguat 0,45 persen. Namun, sentimen positif dari Wall Street belum cukup mendorong investor asing kembali agresif masuk ke pasar Indonesia.
BNI Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada kisaran support 6.000-6.100 dan resistance 6.200-6.300. Pelaku pasar diperkirakan masih menunggu perkembangan terbaru dari Timur Tengah serta arah aliran modal asing sebelum mengambil posisi yang lebih agresif.
Di tengah potensi koreksi pasar, BNI Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati, antara lain DSSA, LSIP, JPFA, KLBF, ESSA, dan BIPI. Saham-saham tersebut dinilai memiliki peluang teknikal untuk melanjutkan penguatan apabila didukung sentimen pasar yang kondusif.
sumber : Antara

1 hour ago
2

















































