Polisi Terima Banyak Laporan Kasus Begal di Bandung Meningkat

20 hours ago 4

Ilustrasi geng motor ditangkap.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Polrestabes Bandung mengakui telah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait aksi begal di Kota Bandung yang meningkat. Selain itu, pola aksi kejahatan begal berubah dari akhir pekan menjadi dapat terjadi tiap hari.

Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi Wahyudi mengatakan telah menerima banyak masukan dari masyarakat terkait peningkatan aksi kejahatan jalanan dan begal. Ia mengatakan pihaknya meningkatkan patroli malam.

“Kami dari Polrestabes Bandung menanggapi adanya masukan dari masyarakat Bandung, di mana aksi begal mulai kembali marak di Kota Bandung,” ucap dia di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung, Jumat (17/7/2026).

Ia menyebut setiap polsek saat ini menempatkan personel di lokasi yang rawan sebanyak empat personel hingga lima titik. Termasuk patroli pada jam-jam rawan seperti dini hari.

“Alhamdulillah seluruh polsek paling minim itu menjaga sekitar 4-5 titik. Di mana pada saat malam hari, terutama di jam-jam rawan, jam-jam kecil, kita mengintensifkan untuk patroli lebih baik lagi,” kata dia.

Dedi menegaskan petugas bakal menindak tegas para pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat saat ini. Masyarakat yang akan berkegiatan malam tidak usah merasa khawatir dan dipersilahkan menelepon 110 jika mengalami gangguan.

“Sesuai dengan petunjuk dan perintah dari bapak kapolda yang diteruskan pada bapak kapolrestabes, kami akan menindak secara tegas dan terukur terhadap para pelaku begal ini," kata dia. Ia mengatakan tim Prabu pun bergerak cepat untuk merespons laporan tersebut.

Seperti diketahui, dalam dua bulan terakhir, polisi mengungkap sejumlah kasus begal. Pada awal Mei, dua dari empat pelaku pembegalan seorang kurir paket ditangkap. Pertengahan Juni, dua pelaku begal bersenjata tajam menyerang pengemudi ojek online di Jalan Cikawao diamankan.

Pada 14 Juli, seorang warga bernama Azmy menjadi korban begal bermodus debt collector di Jalan BKR, Kecamatan Regol. Polisi menangkap tiga pelaku kurang dari dua jam setelah kejadian. Pada 16 Juli, seorang pria berinisial U (24 tahun) menjadi korban perampasan telepon genggam di Jalan Babakan Ciparay. Satu pelaku berhasil diamankan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |