DOKTER Spesialis Kedokteran Olahraga di Seraphim Medical Center RS Bethsaida Nahum, menjelaskan bahwa performa optimal harus dibangun melalui program yang terukur, bukan hanya berdasarkan intensitas latihan. “Dalam olahraga seperti padel, tubuh dituntut bergerak cepat, melakukan rotasi, berhenti mendadak, dan berpindah arah berulang kali. Karena itu, atlet membutuhkan evaluasi kondisi fisik, latihan yang tepat, strategi recovery, serta pemantauan yang sesuai agar dapat menjaga performa sekaligus mengurangi risiko cedera,” ujar Nahum dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 19 Juli 2026.
Tentu saja gizi juga perlu diperhatikan demi penampilan terbaik. Seperti dilansir laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga, atlet maupun masyarakat yang rutin berolahraga disarankan memperhatikan pola makan dan asupan gizi. Pilih karbohidrat kompleks, seperti nasi merah atau roti gandum, sebagai sumber energi yang lebih tahan lama. Konsumsi camilan yang mengandung karbohidrat dan protein sekitar 1–2 jam sebelum berolahraga, lalu penuhi kembali kebutuhan energi dan protein setelah latihan untuk membantu pemulihan otot.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Hidrasi juga tidak kalah penting. Pastikan tubuh mendapat cukup cairan sebelum, selama, dan setelah berolahraga untuk mencegah penurunan performa. Selain itu, penuhi kebutuhan protein dari daging tanpa lemak, ikan, telur, atau kacang-kacangan, serta konsumsi lemak sehat, seperti alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.
Jangan lupakan asupan vitamin dan mineral, seperti zat besi, kalsium, dan vitamin D, yang berperan dalam menjaga kebugaran tubuh. Karena kebutuhan gizi setiap orang berbeda, pola makan sebaiknya disesuaikan dengan jenis olahraga, intensitas latihan, dan kondisi masing-masing, bila perlu dengan berkonsultasi kepada ahli gizi.
Menurut Nahum, pendekatan kedokteran olahraga juga berperan dalam proses back to sport, yaitu pendampingan bertahap setelah cedera agar seseorang tidak hanya bebas dari rasa sakit. Dokter juga berperan membuat pasien olahraga memiliki kekuatan, fungsi gerak, kontrol tubuh, dan kesiapan fisik untuk kembali berolahraga.
Sementara itu Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi Subspesialis Cedera Olahraga, di Bethsaida Hospital Gading Serpong Herryanto Agustriadi Simanjuntak pun menekankan pentingnya diagnosis dan penanganan yang tepat pada cedera otot, sendi, ligamen, tulang, maupun tulang belakang.
“Cedera olahraga memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Sebagian dapat ditangani secara konservatif melalui obat-obatan, fisioterapi, dan rehabilitasi. Namun, pada kondisi tertentu, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki struktur yang mengalami kerusakan dan mengembalikan fungsi gerak pasien,” kata Herryanto.
Sebelumnya, Bethsaida Hospital Gading Serpong dan Seraphim Medical Center menjadi Official Medical Partner FIP Bronze Banten 2026 di turnamen padel internasional pertama yang digelar di Banten. Ajang yang berlangsung pada 14–19 Juli 2026 ini merupakan bagian dari kompetisi internasional di bawah International Padel Federation (FIP).
Dukungan tersebut mencakup peningkatan performa, pencegahan dan penanganan cedera, tindakan medis maupun operatif apabila diperlukan, pemulihan, hingga pendampingan agar atlet dapat kembali berolahraga secara aman.
Peserta juga memperoleh dukungan fisioterapi, sports massage, pemeriksaan kesehatan, dan layanan kebugaran sesuai kebutuhan.
Melalui fasilitas Medical Gym, peserta dan masyarakat aktif dapat menjalani asesmen kondisi fisik serta latihan yang disusun untuk meningkatkan kekuatan, stabilitas, mobilitas, daya tahan, dan performa olahraga. Layanan ini didukung program fisioterapi dan latihan terapeutik yang disesuaikan dengan kondisi serta target masing-masing individu.
Untuk menunjang proses recovery, Seraphim Medical Center juga menghadirkan layanan seperti whole-body cryotherapy, sauna, dan sports massage. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari program pemulihan yang dirancang untuk membantu tubuh kembali siap setelah latihan maupun kompetisi.
Sebagai Official Medical Partner FIP Bronze Banten 2026, Bethsaida Healthcare untuk mendukung perkembangan olahraga melalui layanan kesehatan yang komprehensif, profesional, dan berorientasi pada performa serta pemulihan jangka panjang.
















































