Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini (kedua dari kanan) bersama jajaran Polda Jawa Tengah menunjukkan barang bukti dalam kasus kematian satu keluarga di tenda glamping di objek wisata alam Posong, Temanggung, Senin (15/6/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Penyebab kematian satu keluarga di tenda glamping di objek wisata alam Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), telah terungkap. Berdasarkan hasil autopsi, mereka dinyatakan meninggal akibat keracunan karbon monoksida.
Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini mengungkapkan, sekeluarga yang tewas di dalam tenda glamping di objek wisata Posong adalah MAM (52 tahun), M (43 tahun), AEH (17 tahun) dan BAH (21 tahun. Mereka tiba di Posong dengan mengendarai mobil pribadi pada 26 Mei 2026, sekitar pukul 21.40 WIB.
Saat tiba di gerbang masuk, mereka ditemui oleh dua penjaga, yakni Anas dan Agus. "Korban M bersama AEH turun menemui saksi Agus di gerbang Taman Wisata Alam Posong. Sedangkan korban BAH dan MAM masih menurunkan barang-barang dari mobil yang dibawa, antara lain kompor gas portabel, tas punggung, dan barang-barang lainnya," ungkap Zamrul ketika memberikan keterangan pera di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Senin (15/6/2026).
Selanjutnya saksi Agus mengantarkan keluarga tersebut ke tenda glamping safari nomor 3. Agus dan Anas kemudian mengantarkan camilan, air, dan briket arang beserta tungkunya untuk menghangatkan tubuh. Pada kesempatan itu, Anas menyampaikan kepada korban M agar tungku dan briket arang tidak dibawa masuk ke dalam tenda. Selain berpotensi menyebabkan kebakaran, asapnya dapat mengganggu pernapasan.
Pada pukul 24.00 WIB, Anas dan Agus sempat melakukan pengecekan ke tenda dan melihat keluarga tersebut masih melakukan aktivitas barbeque. Keesokan paginya sekitar pukul 09.00 WIB, Anas dan Agus mengantarkan sarapan ke tenda. Namun kala itu tenda tertutup rapat.
Karena telah melewati waktu check out, pada 15.30 WIB, petugas lainnya, Zaki, mendatangi lagi tenda. Meski telah memanggil dan menyampaikan waktu sewa telah berakhir, tak satupun dari anggota keluarga tersebut yang merespons. Zaki akhirnya membuka ritsleting pintu tenda.
"Saksi Zaki membuka ritsleting pintu tenda melihat keempat korban masih dalam keadaan tertidur. Lalu saksi Zaki kembali mengecek pernapasan salah satu korban, dan ternyata korban sudah dalam keadaan kaku," kata AKBP Zamrul.

2 hours ago
4

















































