Manfaat Ajak Anak Eksplorasi Diri

2 hours ago 3

PSIKOLOG anak dan keluarga, Ayoe Sutomo mengatakan proses eksplorasi anak tidak selalu berjalan dengan mulus. Ada kalanya anak mengalami kegagalan atau menemui hambatan dalam mencoba hal-hal baru.

"Proses eksplorasi bakat yang dilakukan oleh anak-anak itu tidak selalu berjalan dengan mulus saja. Ada kalanya anak jatuh, dan gagal," ujar Ayoe dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Hotel Movenpick, Gambir, Jakarta Pusat, pada 24 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia menyebutkan bahwa dalam situasi tersebut, orang tua dapat mengambil peran untuk mendampingi anak mencari alternatif lain. Menurutnya, pengalaman menghadapi hambatan dapat menjadi bagian dari proses yang dijalani anak, bukan sesuatu yang harus dihindari.

"Di situlah peran orang tua untuk mengajak anak mencari cara lain dalam melakukan eksplorasi terhadap hobi mereka supaya anak-anak terdorong untuk berusaha lebih," katanya.

Lebih lanjut, Ayoe menyampaikan bahwa eksplorasi pada anak usia dini tidak semata-mata bertujuan untuk menemukan satu bakat tertentu. Ia menilai bahwa kegiatan mencoba berbagai hal memiliki fungsi lain, yaitu membantu anak mengenali dirinya sendiri serta membangun karakter.

"Eksplorasi bukan semata menemukan bakat, tetapi membantu anak belajar mengenali dirinya dan membangun karakter positif," kata Ayoe.

Menurutnya, ketika anak mencoba banyak hal, mereka secara tidak langsung belajar membedakan apa yang mereka sukai dan apa yang tidak. Proses tersebut, kata dia, merupakan bagian dari pengenalan diri yang berlangsung secara bertahap.

Ayoe juga menyoroti pentingnya rasa aman secara emosional dalam proses eksplorasi. Ia menyampaikan bahwa anak hanya akan berani mencoba hal baru jika ia merasa aman dari penilaian negatif orang tua. Rasa aman tersebut, menurutnya, terbentuk melalui interaksi sehari-hari antara anak dan orang tua.

"Kalau kemudian pada saat interaksi si kecil merasa aman, merasa tidak dihakimi, kalau salah ya sudah, dia dengan senang hati mau mencoba," ujar Ayoe.

Selain itu, Ayoe mengaitkan proses eksplorasi dengan pengembangan kecerdasan sosial anak. Ia menyampaikan bahwa semakin sering anak bertemu dengan orang baru, berada di lingkungan baru, dan berinteraksi dengan teman sebaya, maka anak akan semakin terpapar pada berbagai situasi sosial.

"Semakin bertemu dengan banyak orang, semakin bertemu dengan banyak lingkungan, semakin terpapar dengan banyak teman-teman yang bermain," katanya.

Ayoe menyebut bahwa hal tersebut dapat berkontribusi pada kemampuan anak dalam berkomunikasi dan berkolaborasi. Ia menilai bahwa kecerdasan sosial tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui pengalaman-pengalaman sosial yang dijalani anak seiring waktu.

Terkait dengan hambatan dalam proses eksplorasi, Ayoe menyampaikan bahwa melalui pengalaman menghadapi kegagalan, anak dapat mengembangkan kapasitas untuk mengenali diri sendiri dan menghadapi situasi yang tidak selalu sesuai harapan.

Menurutnya, pengenalan diri dan kapasitas menghadapi tantangan dapat menjadi bagian dari pengalaman yang turut membentuk diri anak seiring waktu. Ia menyampaikan bahwa proses tersebut tidak harus dipaksakan atau diburu-buru, melainkan berjalan sesuai dengan tahapan perkembangan masing-masing anak.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |