TPNPB-OPM Klaim Tutup Akses Tenaga Medis Indonesia di Papua

2 hours ago 1

TENTARA Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM menyatakan menutup akses bagi tenaga kesehatan asal Indonesia, terutama tenaga kesehatan militer untuk memasuki wilayah-wilayah di Papua.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Juru bicara markas pusat TPNPB, Sebby Sambom, mengatakan langkah tersebut mereka ambil karena tenaga kesehatan Indonesia justru membuat penanganan medis bagi masyarakat Papua semakin memburuk.

"Kami menyerukan kepada palang merah internasional untuk dapat menangani warga sipil Papua yang terluka," kata Sebby dalam keterangan tertulis pada Jumat, 17 April 2026.

Menurut dia, keterlibatan palang merah internasional dalam konflik bersenjata antara milisi TPNPB dan prajurit TNI-Polri akan memunculkan jaminan bagi masyarakat sipil yang menjadi korban untuk memperoleh penanganan medis secara menyeluruh.

Sebab, kata dia, sejumlah warga sipil yang menjadi korban dan ditangani oleh tenaga kesehatan dari TNI-Polri, justru kondisi kesehatannya kian memburuk, alih-alih pulih seperti semula.

"Kami memperingatkan kepada tenaga medis Indonesia untuk segera keluar dari Papua demi keamanan," ujar Sebby.

Merujuk catatan Human Rights Monitor, Sebby mengatakan hingga saat ini terdapat 107 ribu lebih warga Papua yang berada di pengungsian dengan kondisi kesehatan yang tak begitu baik.

Karenanya, kata dia, TPNPB meminta agar palang merah internasional dapat segera menginjakkan kaki di Papua dan menggantikan peran tenaga kesehatan asal Indonesia untuk memberikan pelayanan kepada warga sipil yang terluka.

"Kami mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera membuka akses kepada palang merah internasional dan lembaga-lembaga kemanusiaan agar dapat segera masuk ke Papua," ucapnya.

Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah belum menjawab pesan pertanyaan Tempo ihwal pernyataan milisi TPNPB terkait penarikan tenaga kesehatan di Papua.

Hingga laporan ini dipublikasikan, pesan yang dikirim melalui aplikasi perpesanan WhatsApp itu hanya menunjukkan notifikasi dua centang abu, alias terkirim saja.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |