Syahwat Menggebu tapi Belum Mampu Menikah? Ini Solusinya dalam Islam

5 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fenomena banyaknya anak muda yang ingin segera menikah namun terkendala kondisi ekonomi mendapat perhatian dari Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH M Cholil Nafis. Menurutnya, Islam telah memberikan solusi yang jelas bagi pemuda yang memiliki hasrat menikah tinggi tetapi belum memiliki kemampuan finansial yang memadai.

Kiai Cholil menjelaskan, dorongan seksual atau syahwat yang tidak dikelola dengan baik dapat menyeret seseorang ke dalam perilaku yang dilarang agama, termasuk perzinaan. Namun, di sisi lain, memaksakan diri menikah tanpa kesiapan ekonomi juga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan dalam kehidupan rumah tangga.

"Berdasarkan hadis Rasulullah SAW, pemuda yang sudah memiliki syahwat untuk menikah, sementara secara ekonomi masih belum memungkinkan, maka ia diperintahkan untuk berpuasa. Karena dengan puasa, syahwat terhadap lawan jenis dapat dikendalikan," tulis Kiai Cholil dalam bukunya, Fikih Keluarga Menuju Keluarga Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah Depok ini, anjuran berpuasa bagi pemuda yang belum mampu menikah memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Ia mengutip hadis sahih riwayat Muttafaq 'Alaih yang berbunyi:

"Wahai para pemuda, barang siapa di antara kamu sudah memiliki kemampuan, maka kawinlah. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka ia hendaknya berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu baginya dapat menjadi pengendali."

Kiai Cholil menilai, hadis tersebut menunjukkan bahwa Islam tidak hanya mendorong pernikahan sebagai jalan menjaga kehormatan diri, tetapi juga memberikan alternatif yang realistis ketika seseorang belum memiliki kemampuan untuk berumah tangga.

Lebih jauh, kiai kelahiran Sampang, Madura, itu mengingatkan para pemuda agar tidak memandang pernikahan semata-mata sebagai sarana pemenuhan kebutuhan biologis. Menurutnya, banyak anak muda yang memiliki gambaran keliru tentang kehidupan rumah tangga karena terlalu fokus pada aspek seksual.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |