REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Keputusan pemerintah Inggris menasionalisasi British Steel, perusahaan baja yang dimiliki Jingye Group asal China, memicu kecaman keras dari Beijing. Langkah London itu dinilai bukan hanya merugikan investor China, tetapi juga menghadirkan paradoks besar: negara yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pengusung pasar bebas kini justru mengambil alih perusahaan swasta atas nama keamanan nasional.
Kementerian Perdagangan China pada Jumat (17/7) menyatakan pemerintah China menentang keras keputusan tersebut dan menyampaikan ketidakpuasan yang mendalam terhadap tindakan Inggris.
Dalam pernyataan resminya, Beijing menilai pemerintah Inggris telah mengabaikan kontribusi Jingye Group yang selama ini menyelamatkan British Steel dari keterpurukan finansial.
Menurut Kementerian Perdagangan China, British Steel telah mengalami kerugian selama bertahun-tahun sebelum diakuisisi oleh Jingye Group. Setelah mengambil alih perusahaan tersebut, Jingye menggelontorkan investasi dalam jumlah besar, menjaga operasional pabrik tetap berjalan, serta mempertahankan ribuan lapangan kerja yang sebelumnya terancam hilang.
Namun, pemerintah Inggris kemudian mengambil alih dan menasionalisasi perusahaan itu dengan alasan melindungi kepentingan strategis dan keamanan nasional.
"Pihak Inggris mengabaikan kontribusi signifikan Jingye terhadap perekonomian dan masyarakat Inggris. Pengambilalihan paksa atas nama keamanan nasional telah sangat merugikan hak dan kepentingan sah Jingye, sekaligus memengaruhi kepercayaan perusahaan-perusahaan China yang berinvestasi di Inggris," demikian pernyataan juru bicara Kementerian Perdagangan China.
Beijing mendesak pemerintah Inggris mematuhi aturan internasional, termasuk memenuhi kewajiban dalam perjanjian perlindungan investasi antara China dan Inggris. Pemerintah China juga meminta agar seluruh perusahaan China yang berinvestasi di Inggris diperlakukan secara adil dan setara.
Selain itu, Beijing menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus tersebut, mendukung perusahaan-perusahaan China menempuh jalur hukum untuk melindungi hak-haknya, serta mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu guna menjaga kepentingan investor China.
sumber : Xinhua

1 hour ago
3









































