Jasa Keuangan Paling Banyak Dapat Pengaduan Konsumen

1 hour ago 3

BADAN Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mencatat sektor jasa keuangan paling banyak mendapat pengaduan konsumen dalam 9 tahun terakhir atau sejak 2017 hingga 7 Juli 2026. Ketua BPKN Muhammad Mufti Mubarok mengatakan sektor ini salah satu yang menonjol selain perumahan dan perdagangan melalui sistem elektronik.

Data tersebut berasal dari 12.967 pengaduan konsumen yang diterima BPKN sejak 2017 hingga 7 Juli 2026. “Ini menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat tidak lagi bersifat sektoral, tetapi telah mencakup hampir seluruh bidang yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari,” katanya saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pengaduan konsumen di sektor jasa keuangan mencakup persoalan paylater, pinjaman daring, penipuan investasi, serta biaya dan bunga tidak transparan. Lalu pengaduan di sektor perumahan meliputi wanprestasi pengembang, keterlambatan serah terima, rumah tidak sesuai janji, dan pengembalian dana. Pada perdagangan melalui sistem elektronik, pengaduan yang tercatat di antaranya biaya tersembunyi, pola manipulatif, ulasan palsu, dan penjual tidak responsif.

Mufti berharap, dari total 12 ribu lebih laporan yang masuk, bisa menyelamatkan lebih dari Rp 1 triliun kerugian konsumen. Begitu juga dengan perkiraan kerugian sebesar Rp 19,8 miliar sejak awal tahun hingga 7 Juli 2026 bisa diselamatkan.

“Angka yang menggambarkan bahwa dampak yang ditimbulkan tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hak konsumen, tetapi juga pengaruh terhadap kepercayaan masyarakat terhadap aktivitas perdagangan,” ujarnya.

Berikut data pengaduan konsumen berdasarkan masing-masing sektor sejak 2017 hingga 7 Juli 2026.

1. Jasa keuangan: 4.119 pengaduan (34,2 persen)

2. Perumahan: 3.659 pengaduan (30,4 persen)

3. Perdagangan melalui sistem elektronik: 1.652 pengaduan (13,7 persen)

4. Lain-lain: 1.219 pengaduan (10,1 persen)

5. Jasa pariwisata dan ekonomi kreatif: 659 pengaduan (5,5 persen)

6. Jasa logistik: 538 pengaduan (4,5 persen)

7. Jasa transportasi: 325 pengaduan (2,7 persen)

8. Jasa telekomunikasi: 254 pengaduan (2,1 persen)

9. Barang elektronik, telematika, dan kendaraan bermotor: 296 pengaduan (2,5 persen)

10. Listrik dan gas rumah tangga: 114 pengaduan (0,9 persen)

11. Layanan kesehatan: 60 pengaduan (0,5 persen)

12. Obat dan makanan: 72 pengaduan (0,6 persen)

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |