Pelatih Kongo Ungkap Timnya Percaya Bisa Singkirkan Inggris: Tapi Harry Kane Mengubah Segalanya

2 weeks ago 23

Penyerang Inggris Harry Kane merayakan golnya ke gawang RD Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perjalanan Republik Demokratik Kongo di Piala Dunia FIFA 2026 memang berakhir pada babak 32 besar. Namun, pelatih Sebastien Desabre memilih melihat kekalahan 1-2 dari Inggris sebagai bagian dari proses membangun tim yang lebih matang untuk masa depan.

Desabre mengungkapkan para pemainnya meninggalkan lapangan dengan rasa kecewa karena mereka benar-benar yakin mampu menciptakan kejutan dengan menyingkirkan salah satu kandidat juara tersebut. Hingga pertengahan babak kedua, keyakinan itu memang terlihat nyata setelah RD Kongo mampu mempertahankan keunggulan yang diperoleh lewat gol cepat Brian Cipenga.

Namun, dua gol Harry Kane pada menit ke-75 dan ke-86 membalikkan keadaan sekaligus mengakhiri perjalanan wakil Afrika itu di Piala Dunia 2026.

Desabre menilai anak asuhnya sebenarnya telah memainkan pertandingan yang baik. Menurut dia, perbedaan kualitas individu pada momen-momen krusial menjadi faktor yang menentukan hasil akhir.

"Kami kecewa karena kami benar-benar percaya kami bisa melakukannya. Kami bermain bagus. Menjelang akhir pertandingan, kami kebobolan dari dua peluang dan salah satu pemain terbaik dunia mencetak dua gol melawan kami. Ini sangat disayangkan," kata Desabre, dikutip dari laman resmi FIFA, Kamis (2/7/2026).

Meski gagal melangkah ke babak 16 besar, pelatih asal Prancis itu meminta para pemainnya tetap bangga atas penampilan yang ditunjukkan sepanjang turnamen. Ia menilai skuad muda RD Kongo mendapatkan pengalaman menghadapi tim sekelas Inggris.

"Kami harus mengucapkan selamat kepada para pemain atas penampilan mereka. Mereka telah mendapatkan banyak pengalaman dari bermain melawan tim seperti ini."

Desabre mengakui sepak bola RD Kongo masih berada dalam tahap perkembangan. Karena itu, ia menilai pengalaman di Piala Dunia akan menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing tim pada masa mendatang.

"Begitulah sepak bola di Republik Demokratik Kongo. Kami mungkin sedikit kurang berpengalaman, tetapi itulah sifat permainan ini."

Menurut Desabre, kekalahan dari Inggris tidak akan menghentikan proses yang sedang dibangun. Ia optimistis timnya akan terus berkembang seiring bertambahnya pengalaman para pemain di level internasional.

"Kami sedang belajar, dan kami terus meningkatkan diri. Kami akan terus maju dengan tenang."

Meski harus pulang pada babak 32 besar, kiprah RD Kongo di Piala Dunia 2026 tetap meninggalkan kesan positif. Setelah diluar dugaan lolos dari babak grup, Kongo juga memberikan perlawanan sengit kepada Inggris dan hanya menyerah setelah aksi brilian Harry Kane pada menit-menit akhir pertandingan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |