REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rumah produksi ArtSwara kembali mementaskan drama musikal "Mar" pada Mei 2026. Pergelaran ini menjanjikan pertunjukan yang lebih spektakuler dibanding penampilan perdananya tahun lalu.
Musikal “Mar” menghadirkan kisah cinta, pengorbanan, dan ketahanan dalam latar salah satu peristiwa penting sejarah Indonesia, yakni Bandung Lautan Api. Cerita disampaikan melalui sudut pandang Nin yang mengenang masa mudanya, termasuk romansa antara Mar, seorang prajurit, dan Aryati, sukarelawati di rumah sakit.
Di tengah situasi perang mempertahankan kemerdekaan, hubungan keduanya diuji oleh realitas konflik dan panggilan tugas. Pergelaran ini mengangkat karya-karya maestro Ismail Marzuki yang diaransemen ulang dengan sentuhan jazz dinamis di bawah arahan Dian HP sebagai direktur musik. Pada tahun ini, kepemimpinan musik drama musikal “Mar” akan dipimpin oleh Ava Victoria.
Executive Producer “Mar”, Maera, dikutip dari siaran pers, Selasa (5/5/2026), mengatakan pementasan ulang dilakukan karena keinginan untuk menghadirkan kualitas yang lebih baik sekaligus menjawab antusiasme publik. “Pergelaran kali ini menghadirkan sejumlah peningkatan di berbagai aspek, termasuk penambahan enam pemain baru,” ujarnya.
Musikal ini akan dipentaskan pada 15–17 Mei 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Sejumlah aktor akan terlibat, di antaranya Gabriel Harvianto sebagai Mar dan Galabby sebagai Aryati, serta didukung nama-nama seperti Bima Zeno Pooroe, Taufan Purbo, Chandra Satria, dan Sita Nursanti.
Selain itu, sejumlah pemain tambahan seperti Tanta Ginting, Teza Sumendra, Renno Krisna, dan Devina Karyasasmita juga turut meramaikan panggung.
Sebelumnya, musikal “Mar” telah meraih sejumlah penghargaan, termasuk Album Musikal Terbaik dan Aransemen Vokal Terbaik pada ajang AMI Awards 2025. ArtSwara menyatakan pementasan ulang ini akan menghadirkan pengalaman baru bagi penonton melalui tata panggung yang lebih megah, kualitas audio yang ditingkatkan, serta interpretasi segar terhadap karya-karya Ismail Marzuki.
Cerita musikal ini merupakan ide orisinal Maera, ditulis oleh Titien Watimena, serta disutradarai oleh Maera bersama Rusmedie Agus.
“‘Mar’ bukan hanya penghormatan kepada Ismail Marzuki, tetapi juga upaya menghadirkan kembali karya-karyanya agar tetap relevan bagi generasi masa kini,” ujar Maera.
Sementara itu, produser Rr. Firsty Dewi menambahkan, ArtSwara memiliki visi membangun ekosistem teater musikal di Indonesia dan menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal seni pertunjukan.
Tiket pertunjukan musikal “Mar” dapat dipesan melalui situs resmi ArtSwara.

4 hours ago
4

















































