Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Program MBG Beri Andil

1 hour ago 1

Pekerja memasukkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam mobil untuk didistribusikan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sehat Kemala Bhayangkari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026). Kementerian Keuangan hingga 9 Maret 2026 telah menggelontorkan anggaran belanja Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program MBG sebesar Rp44 triliun atau setara 13,1 persen dari total alokasi anggaran APBN sebesar Rp335 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memberikan andil terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I 2026. Kontribusi MBG antara lain tercermin dari komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), seiring pembangunan infrastruktur penunjang bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, penambahan jumlah SPPG memberikan dampak positif terhadap PMTB karena adanya aktivitas konstruksi fisik.

“Di dalam kuartal I 2026 ini juga kami mencermati adanya pembangunan fisik SPPG yang cukup masif dan tentunya pembangunan-pembangunan fisik dan juga infrastruktur konektivitas ini menjadi bagian dari kontribusi terhadap PMTB,” kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Selain itu, investasi SPPG dicatat sebagai bagian dari belanja modal, baik untuk pembangunan dapur maupun penyediaan peralatan pendukung.

Sebagaimana diketahui, secara keseluruhan PMTB menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar kedua setelah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 1,79 persen.

Komponen ini juga tercatat tumbuh 5,96 persen, didorong oleh investasi pemerintah, termasuk pembangunan program prioritas nasional, serta investasi swasta. Adapun kontribusi PMTB terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 28,29 persen.

Sementara dari sisi lapangan usaha, pembangunan infrastruktur SPPG dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) turut mendorong pertumbuhan sektor konstruksi. Sektor ini tercatat tumbuh 5,49 persen dan menyumbang 0,53 persen terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026.

“Konstruksi tumbuh menguat 5,49 persen sejalan dengan meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur fisik yang didorong oleh meningkatnya realisasi anggaran belanja modal pemerintah untuk sektor konstruksi, meningkatnya aktivitas konstruksi oleh swasta, salah satunya karena bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG dan juga Koperasi Desa Merah Putih,” jelas Amalia.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |