Polisi Tangkap Anggota TPNPB-OPM yang Bunuh Pendulang Emas

1 hour ago 1

SATUAN Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 menetapkan satu anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Batalyon Yamue berinisial MS alias BS sebagai tersangka kasus pembunuhan pendulang emas di Yahukimo, Papua Pegunungan. Kasus pembunuhan itu tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/A/05/IV/2025/SPKT.SATRESKRIM/POLRES YAHUKIMO/POLDA PAPUA tertanggal 7 April 2025.

Kasatgas Humas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Komisaris Besar Yusuf Sutejo menyampaikan, penyidik menetapkan MS sebagai tersangka setelah menguatkan bukti melalui keterangan saksi dan pelaku lain yang telah ditangkap sebelumnya. “Dari hasil pendalaman, penyidik menemukan adanya keterkaitan MS dengan tindak pidana pembunuhan terhadap seorang pendulang emas berinisial SH yang terjadi pada 7 April 2025,” kata Yusuf dalam keterangan tertulis, Senin, 4 Mei 2026.

Yusuf mengatakan, polisi menangkap MS pada Jumat, 1 Mei 2026. Dalam penangkapan itu, petugas juga menangkap seorang lainnya berinisial YH.

Hasil interogasi keduanya mengungkapkan MS telah bergabung dengan KKB atau TPNPB-OPM Batalyon Yamue sejak akhir 2024. Ia terlibat dalam aktivitas kelompok bersenjata tersebut di wilayah Yahukimo.

Sementara itu, hasil interogasi menunjukkan YH tidak tergabung aktif dalam KKB atau TPNPB-OPM. Namun, YH mengaku pernah membantu mengantarkan logistik kepada salah satu anggota berinisial AH yang saat ini masih dalam pencarian.

Dalam kasus pembunuhan pendulang emas, MS diduga melanggar Pasal 459 KUHP juncto Pasal 20 huruf c KUHP subsider Pasal 458 KUHP juncto Pasal 20 huruf c KUHP. Atas sangkaan itu, MS terancam pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Yusuf mengklaim seluruh proses penyidikan dilakukan secara profesional dan berbasis alat bukti yang kuat sebagai komitmen Satgas Damai Cartenz dalam mengungkap tindak pidana. “Sehingga diharapkan dapat memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi masyarakat,” ujarnya.

SATUAN Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 menetapkan satu anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Batalyon Yamue berinisial MS alias BS sebagai tersangka kasus pembunuhan pendulang emas di Yahukimo, Papua Pegunungan. Kasus pembunuhan itu tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/A/05/IV/2025/SPKT.SATRESKRIM/POLRES YAHUKIMO/POLDA PAPUA tertanggal 7 April 2025.

Kasatgas Humas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Komisaris Besar Yusuf Sutejo menyampaikan, penyidik menetapkan MS sebagai tersangka setelah menguatkan bukti melalui keterangan saksi dan pelaku lain yang telah ditangkap sebelumnya. “Dari hasil pendalaman, penyidik menemukan adanya keterkaitan MS dengan tindak pidana pembunuhan terhadap seorang pendulang emas berinisial SH yang terjadi pada 7 April 2025,” kata Yusuf dalam keterangan tertulis, Senin, 4 Mei 2026.

Yusuf mengatakan, petugas menangkap MS pada Jumat, 1 Mei 2026. Dalam penangkapan itu, petugas juga menangkap seorang lainnya berinisial YH.

Hasil interogasi keduanya mengungkapkan MS telah bergabung dengan KKB atau TPNPB-OPM Batalyon Yamue sejak akhir 2024. Ia terlibat dalam aktivitas kelompok bersenjata tersebut di wilayah Yahukimo.

Sementara itu, hasil interogasi menunjukkan YH tidak tergabung aktif dalam KKB atau TPNPB-OPM. Namun, YH mengaku pernah membantu mengantarkan logistik kepada salah satu anggota berinisial AH yang saat ini masih dalam pencarian.

Dalam kasus pembunuhan pendulang emas, MS diduga melanggar Pasal 459 KUHP juncto Pasal 20 huruf c KUHP subsider Pasal 458 KUHP juncto Pasal 20 huruf c KUHP. Atas sangkaan itu, MS terancam pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Yusuf mengklaim seluruh proses penyidikan dilakukan secara profesional dan berbasis alat bukti yang kuat sebagai komitmen Satgas Damai Cartenz dalam mengungkap tindak pidana. “Sehingga diharapkan dapat memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi masyarakat,” ujarnya.

Pilihan Editor: Mengapa Kekerasan Polisi di Papua Berulang Terus

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |