REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan asal Rusia, Ivan Beerkus dan Angela Nikolau, ditangkap polisi setelah memanjat Empire State Building secara ilegal pada Rabu (1/7/2026) waktu setempat. Mereka melakukan aksinya sambil mengenakan masker, mengibarkan spanduk cinta dari puncak gedung ikonik di New York City tersebut.
Beerkus dan Nikolau dikenal setelah membintangi dokumenter Netflix berjudul Skywalkers: A Love Story yang dirilis pada 2024. Dalam aksinya kali ini, keduanya memanjat hingga ke antena gedung setinggi 1.454 kaki atau sekitar 443 meter dan membentangkan spanduk bertuliskan, "Ketika kekuatan cinta mengalahkan kekuasaan, dunia akan mengenal perdamaian".
Setelah mereka turun sekitar pukul 12.30 siang waktu setempat, keduanya ditahan polisi. Namun Kepolisian New York (NYPD) tidak mengonfirmasi identitas mereka dan tidak menyebutkan dakwaan yang dikenakan.
Aksi berbahaya tersebut memicu kehebohan di New York City. NYPD merespons kejadian dengan menutup sejumlah jalan di sekitar gedung yang berada di 5th Avenue dan 34th Street, Midtown Manhattan.
Warga New York, Stephanie Hazlewood, yang bekerja di lantai empat gedung tersebut, mengatakan bahwa ia mengetahui kejadian tersebut dari seorang rekan kerja yang mengirimkan siaran langsung rekaman tersebut kepadanya.
"Salah satu rekan kerja saya bilang, 'Ya Tuhan. Dia melamar di atas sana," ujar Hazelwood.
Sebuah video yang diambil dari udara kemudian memperlihatkan momen ketika Beerkus berlutut untuk melamar Nikolau. Nikolau juga tampak mengatakan ya, sebelum keduanya berpelukan di puncak gedung. Dalam unggahan Instagram pada Senin (1/7/2026), Nikolau juga memamerkan cincin dengan latar cakrawala New York.
Seorang juru bicara Empire State Building mengatakan aksi tersebut ilegal dan tanpa izin. Namun menurut mereka, tidak adaa ancaman bagi penyewa, pengunjung, maupun wisatawan di dek observasi gedung
"Daripada harus memanjat secara ilegal, kami telah menyediakan paket lamaran yang berkesan di puncak gedung paling terkenal di New York. Siapapun yang tertarik bisa mengeceknya di laman kami," kata juru bicara tersebut dilansir laman USA Today, Kamis (2/7/2026).

2 weeks ago
9







































