Israel Kembali Lakukan Pembantaian, di Mana Dewan Perdamaian?

5 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Lebih sepekan Dewan Perdamaian alias Board of Peace (BoP) yang janjinya akan menyelesaikan tragedi di Gaza diresmikan di Davos Swiss. Sementara di Gaza, Israel terus dengan leluasa melakukan pembantaian demi pembantaian. 

Yang terkini, setidaknya 31 warga Palestina, termasuk setidaknya enam anak-anak, syahid dalam serangan Israel di Kota Gaza dan Khan Younis di Jalur Gaza sejak Sabtu fajar. Kekerasan ini terjadi sehari sebelum Israel akan membuka kembali penyeberangan Rafah, yang menghubungkan Gaza dengan Mesir, pada Ahad untuk pertama kalinya sejak Mei 2024.

Serangan hari ini adalah yang terbesar sejak pengumuman gencatan senjata diumumkan Presiden AS Donald Trump pada 10 Oktober 2025 lalu. Israel melancarkan serangan udara terhadap kantor polisi, rumah dan tenda-tenda, kata pejabat kesehatan Palestina dilansir Aljazira. 

Militer Israel berdalih pihaknya menargetkan komandan dan lokasi milik kelompok militan Palestina Hamas dan sekutunya, Jihad Islam, sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata. Tak ada bukti yang ditampilkan terkait klaim itu sementara Hamas menyangkal telah melanggar gencatan senjata.

Pesawat-pesawat tempur Israel mengebom kantor polisi Sheikh Radwan di sebelah barat Kota Gaza, menewaskan 10 petugas dan tahanan, kata petugas medis dan polisi di Gaza. Tim penyelamat sedang mencari lebih banyak korban di lokasi tersebut, kata pihak kepolisian di Gaza. 

Serangan udara lainnya menghantam setidaknya dua rumah di Kota Gaza, di bagian utara-tengah Gaza, dan sebuah tenda perkemahan yang melindungi warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal di Khan Younis lebih jauh ke selatan, kata para pejabat setempat.

Rekaman video dari Kota Gaza menunjukkan dinding-dinding yang hangus, menghitam dan hancur di sebuah apartemen di sebuah gedung bertingkat, dan puing-puing berserakan di dalam dan di luar jalan. 

Serangan-serangan ini menimbulkan pertanyaan soal pengumuman gencatan senjata dan pembentukan Dewan Perdamaian.

"Kami menemukan ketiga keponakan kecil di jalan. Mereka bilang 'gencatan senjata' dan sebagainya. Apa salah anak-anak itu? Apa salah kami?" kata Samer al-Atbash, paman dari tiga anak yang syahid dilansir Reuters.

Militer Israel mengeklaim bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap insiden pada hari Jumat di mana tentara mengidentifikasi delapan pria bersenjata yang muncul dari sebuah terowongan di Rafah, sebuah daerah di Gaza selatan di mana pasukan Israel dikerahkan berdasarkan perjanjian gencatan senjata. Tiga orang bersenjata dibunuh oleh pasukan Israel dan orang keempat, yang oleh militer Israel digambarkan sebagai komandan Hamas di wilayah tersebut, ditangkap. 

Puluhan pejuang Hamas telah terjebak di terowongan di bawah Rafah sejak gencatan senjata meskipun beberapa telah syahid dalam bentrokan dengan pasukan Israel.

Hamas menggambarkan serangan Israel pada Sabtu sebagai upaya yang kejam dan menyedihkan untuk membenarkan pembantaian mengerikan terhadap warga sipil. “Klaim yang tidak berdasar dan tidak jelas ini menegaskan penghinaan pendudukan [Israel] terhadap para mediator, negara penjamin, dan semua pihak yang terlibat dalam apa yang disebut ‘Dewan Perdamaian’,” kata juru bicara Israel Hazem Qassem dalam sebuah pernyataan, mengacu pada komite pemimpin global yang dipilih oleh Trump untuk mengawasi rencana 20 poin presiden AS untuk mengakhiri perang genosida Israel di Gaza.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |