Kapal-kapal kargo terlihat di Teluk Persia dekat Pulau Qeshm di provinsi Hormozgan, Iran, 23 Desember 2011 (diterbitkan ulang 20 Maret 2026). 70% pengiriman maritim di Selat Hormuz telah menurun sejak ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat pada 28 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran menetapkan tenggat selama satu bulan untuk negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) agar mencapai kesepakatan membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri blokade maritim, serta menghentikan perang di Iran dan Lebanon untuk selamanya, menurut laporan Axios, Sabtu (2/5/2026). Iran telah menyampaikan proposal berisi 14 poin yang direvisi kepada AS pada Kamis (30/4/2026).
Dua sumber yang mendapat informasi terkait dokumen tersebut mengatakan proposal dari Iran menetapkan lini masa ketat selama sebulan untuk mencapai kesepakatan, yang mencakup akses maritim, pengakhiran blokade laut, dan gencatan senjata berkelanjutan.
Proposal itu memproyeksikan tahap pembicaraan selanjutnya akan berlangsung hanya jika kesepakatan awal telah tercapai. Fokus negosiasi kemudian bisa dilanjutkan pada isu program nuklir untuk tambahan satu bulan ke depan, menurut sumber-sumber tersebut.
Meskipun sebelumnya mengaku tak puas dengan proposal Iran, Trump, menjelang penerbangannya ke Miami pada Sabtu, berjanji akan mengkajinya selama mengudara.
"Mereka telah menyampaikan kepada saya tentang konsep kesepakatannya. Mereka akan menyampaikan pernyataan persisnya saat ini," kata Trump.
Namun, Trump kemudian bernada keras di media sosial Truth Social ketika ia menuding Iran belum membayar harga cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan kepada kemanusiaan dan kepada dunia dalam 47 tahun terakhir.
Sementara itu, dalam pernyataan yang sama kepada awak media, Trump menyebut blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai langkah yang sangat bersahabat dan tidak bertentangan dengan klaimnya bahwa permusuhan telah berakhir.
sumber : Antara, Anadolu

4 hours ago
3















































