Gubernur BI Bahas Stabilitas Rupiah dengan Investor

3 hours ago 3

GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan langkah BI memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah kepada sejumlah investor di Singapura pada 28 April 2026. Salah satu upaya yang disampaikan adalah menyesuaikan struktur suku bunga pasar melalui kenaikan imbal hasil atau yield instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Pertemuan semacam ini terus dilakukan BI untuk memberikan informasi yang solid kepada para investor mengenai fundamental ekonomi Indonesia serta proyeksi ke depan. “Sehingga memperkuat keyakinan investor terhadap ekonomi Indonesia, dan mendorong arus masuk modal asing,” demikian bunyi siaran pers BI dikutip Ahad, 3 Mei 2026.

Adapun rupiah sepanjang April hingga awal Mei 2026, rupiah terus bertengger di level 17 ribu per dolar Amerika Serikat. Sampai perdagangan pekan ini rupiah bahkan bergerak ke level telemah di atas 17.300 per dolar Amerika.

Perry menjelaskan bahwa kerangka kebijakan Bank Indonesia telah berevolusi dari pengalaman berbagai krisis. Saat ini, BI mengimplementasikan integrated monetary policy mix yang terdiri dari tiga pilar utama.

Pertama, kebijakan suku bunga untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar dan menjaga inflasi tetap dalam target. Kedua, stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas eksternal dan mencegah pelemahan rupiah merambat ke kenaikan harga. Ketiga, pengelolaan likuiditas domestik untuk memastikan kecukupan likuiditas di sistem keuangan.

Tiga instrumen ini dijalankan bersamaan dan saling melengkapi, mencerminkan pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap dinamika global.

Perry juga menjelaskan koordinasi kebijakan lewat sinergi moneter dan fiskal yang berhasil menjaga inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Langkah ini juga ditambah dengan kebijakan makroprudensial. Bank Sentral memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas, serta mempercepat penurunan suku bunga kredit.

BI juga terus menjaga stabilitas sebagai prioritas utama dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi. “Dengan fondasi tersebut, pertemuan investor menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik, didukung oleh fundamental yang kuat dan kebijakan yang kredibel.”

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |