Universitas Ahmad Dahlan
Lomba | 2026-07-09 10:23:35
Tim PESTAMI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) olah limbah pisang jadi inovasi ekonomi sirkular (Foto. Tim PESTAMI)
Tim PESTAMI dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses mengukir prestasi gemilang dengan melaju ke babak semifinal Kompetisi Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) Tingkat Nasional Tahun 2026. Membawa inovasi ramah lingkungan yang solutif, tim kolaborasi lintas disiplin ilmu ini siap bersaing di panggung nasional. KBMK sendiri merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditbelmawa), Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Kompetisi ini dirancang untuk menguji kemampuan akademik sekaligus mendorong mahasiswa menciptakan solusi inovatif yang aplikatif, etis, dan berdampak nyata bagi dunia usaha serta masyarakat. Pada tahun 2026, KBMK mengusung tema “Pemanfaatan Teknologi dan Strategi Bisnis Adaptif untuk Pertumbuhan Usaha Berkelanjutan dalam Menciptakan Nilai dan Dampak melalui Transformasi Digital dan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab.”
“Motivasi utama kami mengikuti KBMK adalah untuk menguji sejauh mana ide dan inovasi yang kami kembangkan mampu memberikan solusi nyata terhadap permasalahan di masyarakat,” jelas Arya, “kami melihat KBMK bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan kemampuan dalam bidang bisnis, riset, serta komersialisasi teknologi.” Tambahnnya.
Komristek dan Inovasi Ekonomi Sirkular Berbasis ESG
Dari lima bidang lomba yang tersedia, yaitu Perencanaan Bisnis, Riset Investasi, Keuangan Audit Investigatif, Penulisan Karya Tulis Ilmiah, dan Komersialisasi Riset dan Teknologi Tepat Guna (KOMRISTEK), Tim PESTAMI memilih bertanding pada bidang KOMRISTEK. Gagasan utama yang diusung oleh Tim PESTAMI berfokus pada SDGs 12 atau Responsible Consumption and Production, yaitu dengan menyulap limbah kulit dan batang pisang menjadi produk pangan berupa mie yang bernilai ekonomis tinggi. Inovasi ini mengedepankan konsep ekonomi sirkular serta pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Ide ini berawal dari keresahan kami saat berkunjung ke pabrik pengolahan pisang serta bertemu petani setempat. Kulit dan batang pisang belum memiliki sistem pengolahan yang terstruktur dan hanya menjadi limbah. Padahal, riset kami menunjukkan kedua bahan ini memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk produk pangan,” ujar Arya Eka Putra, Ketua Tim PESTAMI.
Produk tersebut kini telah diproses menggunakan teknologi pengolahan skala industri dan didukung dengan uji laboratorium untuk memastikan keamanan serta kualitasnya sehingga layak dikonsumsi.
Sinergi Lintas Disiplin Ilmu
Keunggulan Tim PESTAMI tidak hanya terletak pada produknya, tetapi juga pada komposisi tim yang solid. Didampingi oleh Retnosyari Septiyani, S.T.P., M.Sc. selaku Dosen Pendamping dari Program Studi Bisnis Jasa Makanan UAD, tim ini beranggotakan tiga mahasiswa bertalenta, antara lain Arya Eka Putra, mahasiswa Prodi Bisnis Jasa Makanan angkatan 2023 sebagai Ketua Tim sekaligus Chief Financial Officer (CFO), Muhammad Fajar Habibie, mahasiswa Prodi Teknik Industri di bagian pemasaran, dan Muhammad Al Afif, mahasiswa Prodi Teknik Industri di bagian produksi.
“Meskipun berasal dari program studi yang berbeda, perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan kami. Setiap anggota membawa keahlian masing-masing untuk melengkapi strategi bisnis, analisis pasar, hingga proyeksi keberlanjutan usaha ini,” tambah Arya.
Bangkit dari Kegagalan Masa Lalu
Pencapaian menuju semifinal ini tidak didapatkan secara instan. Persiapan Tim PESTAMI rupanya telah dimulai sejak tahun 2025 lalu dengan gagasan yang sama. Namun, karena kendala teknis tertentu, mereka terpaksa menarik usulan tersebut dan menyudahi kompetisi lebih awal. Namun, kegagalan tersebut dijadikan sebagai momentum evaluasi total. Mereka memperbaiki kekurangan, menyempurnakan ide, dan memantapkan komunikasi tim. Kerja keras tersebut akhirnya terbayar lunas pada tahun ini dengan keberhasilan menembus babak semifinal.
Tantangan Menuju Grand Final di UNSOED
Perjalanan Tim PESTAMI masih berlanjut. Hingga saat ini, seluruh rangkaian tahapan seleksi administrasi dan penilaian berkas berlangsung secara daring. Untuk melangkah ke babak Grand Final, mereka harus kembali melengkapi dokumen dan melewati proses seleksi semifinal yang ketat. Jika berhasil lolos ke babak Grand Final, kompetisi akan dialihkan secara luring yang direncanakan bertempat di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), bersamaan dengan rangkaian acara Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo.
Tantangan terbesar yang kini dihadapi tim adalah mengedukasi masyarakat guna mengubah stereotip bahwa produk berbahan dasar limbah ini aman, higienis, dan memiliki nilai tambah. Melalui kompetisi ini, Tim PESTAMI berharap dapat membawa nama baik program studi, fakultas, dan Universitas Ahmad Dahlan di tingkat nasional, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa mampu menjadi motor penggerak yang berdampak bagi lingkungan dan perekonomian. (Anove)
uad.ac.id
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

10 hours ago
4









































