REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memandang keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace yang diinisiasi Amerika Serikat merupakan keputusan tepat untuk terus membantu Palestina.
“Keputusan Presiden (Prabowo) untuk bergabung dalam Board of Peace ini, saya kira adalah keputusan yang tepat berdasarkan komitmen yang abadi untuk membantu Palestina,” ujar Yahya Cholil Staquf di Jakarta, Jumat.
Gus Yahya mengakui keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace pasti bakal dipandang kontroversial oleh berbagai kalangan. Namun, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh berhenti dalam upaya mendukung Palestina.
Tantangannya, kata dia, adalah menentukan cara paling efektif untuk memberikan dukungan tersebut agar rakyat Palestina memiliki kesempatan membangun masa depan mereka sendiri.
Menurut Yahya, saat ini dunia berada dalam dinamika internasional yang penuh ketidakpastian, dengan berbagai kepentingan global dari Amerika Serikat, China, Rusia, hingga negara-negara Eropa yang saling berkompetisi.
“Di tengah ketidakmenentuan ini, kalau kita sungguh ingin berbuat sesuatu untuk membantu Palestina menemukan jalan keluar dari masalahnya, maka kita harus hadir di semua arena, di semua platform yang tersedia,” katanya.
Ia menilai kehadiran Indonesia dalam Board of Peace penting agar Indonesia tidak sekadar menjadi penonton dalam proses internasional yang menentukan masa depan Palestina.
“Kita harus hadir supaya kita bisa berbuat sesuatu. Karena kalau kita tidak ada, kita hanya akan menonton dan membiarkan orang menentukan jalannya dinamika, jalannya pertarungan, dan proses-proses yang berlangsung sesudahnya,” kata dia.
“Kalau tidak ada pihak yang sungguh-sungguh, sungguh-sungguh punya komitmen membantu Palestina, ada di dalamnya siapa yang akan bersuara demi Palestina. Maka menurut saya, harus ada di dalam platform yang tersedia itu suara yang membela kepentingan-kepentingan Palestina,” ujarnya menambahkan.
Ia juga mengakui bahwa di dalam Board of Peace terdapat berbagai kepentingan, termasuk kepentingan Israel dan Amerika. Justru, kata Gus Yahya, kehadiran Indonesia diharapkan bisa menyuarakan kepentingan Palestina dalam dewan tersebut.
“Saya sangat mendukung agar Presiden Prabowo Subianto memainkan peran itu dengan sungguh-sungguh supaya dari waktu ke waktu terus menerus kita jangan sampai absen di dalam apapun untuk membantu Palestina,” kata Gus Yahya.
sumber : Antara

17 hours ago
3










































