Bertemu Prabowo, Abraham Samad Ingin IPK Diperbaiki dan Reformasi Polri

6 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto dilaporkan melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh yang dianggap oposisi di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026) malam WIB. Pertemuan itu dilakukan karena Prabowo ingin mendengarkan masukan langsung dari para tokoh itu.

Salah satu tokoh yang diundang dalam pertemuan itu adalah pegiat antikorupsi Abraham Samad. Dia mengatakan, dalam pertemuan itu, ikut memberikan masukan kepada Prabowo, khususnya terkait indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia. Menurut eks ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, pemerintah harus berkonsentrasi untuk memperbaiki IPK.

"Kalau saya sih lebih banyak konsentrasi pada memberikan ini tentang memperbaiki IPK kan," kata Samad saat dihubungi Republika di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Dia menilai, pemberantasan korupsi itu bukan hanya tugas KPK. Lebih dari itu, kata Samad, kejaksaan dan kepolisian juga harus turut serta untuk memperbaiki IPK Indonesia, yang pada 2025 skornya hanya 37/100 atau peringkat 99 dari 180 negara.

Samad menjelaskan, merujuk kepada United Nations Convention Against Corruption, terdapat empat fokus yang mesti dilakukan untuk memperbaiki IPK Indonesia. Pertama adalah foreign bribery atau penyuapan terhadap pejabat asing.

Kedua, adalah trading influence atau perdagangan pengaruh. Ketiga, enrichment atau peningkatan harta kekayaan penyelanggaran negara dan aparat penegak hukum. Terakhir, commercial bribery atau suap di sektor swasta. 

"Itu yang saya sampaikan bahwa ini harus jadi perhatian. Kalau empat isu utama itu dilaksanakan, insya Allah pemerintasan korupsi di Indonesia IPK-nya bisa jadi baik," kata Samad.

Selai itu, Samad memberi saran soal penyelamatan sumber daya alam (SDA) hingga perbaikan di tubuh institusi aparat penegak hukum. Tak hanya itu, ia juga menyinggung soal judicial corruption atau korupsi yang terjadi di aparat penegak hukum, seperti polisi, jaksa, dan pengadilan.

"Oleh karena itu saya bilang memang perlu ada reformasi di tubuh kepolisian. Menjadi keharusan saya bilang," ujar Samad menekankan.

Dalam pertemuan itu, sambung dia, Prabowo menyatakan komitmennya untuk memberantas korupsi. Salah satu fokus yang bakal dilakukan pemerintah saat ini adalah memberantas kasus korupsi besar di sektor SDA. Namun, kata dia, Prabowo menyampaikan, adanya perlawanan dari para oligarki.

Perlawanan itu dilakukan dengan cara menghambat jalannya program pemerintah. "Itu yang disampaikan. Seperti misalnya, menurut Pak Prabowo, seperti misalnya mencoba, apa itu, mencoba menekan secara ekonomi gitu. Kira-kira seperti itu," kata Samad.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |