KEPALA Seksi Layanan dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok Boby Arvianto mengungkapkan sebanyak 208 calon jemaah haji asal Depok belum melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2026.
Boby menerangkan, kuota jemaah haji di Depok ada 2.631, dan yang sudah melunasi Bipih ada 2.423, sedangkan sisanya sebanyak 208 tidak melunasi. Diketahui, Bipih 2026 yang dibayar langsung oleh jemaah ditetapkan sebesar Rp 54.193.806,58.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Ya, yang tidak melunasi itu kan di antaranya ada berbagai faktor ya, entah dari mungkin satu faktor ekonomi, faktor kesehatan, dan faktor lain. Ya, itu yang tidak melunasi itu yaitu akan menjadi hak jemaah tersebut, itu akan menjadi haknya itu di tahun berikutnya," kata Boby saat dikonfirmasi, Senin, 13 April 2026.
Kendati demikian, lanjut Boby, hal tersebut tidak menghilangkan porsinya selama calon jemaah itu tidak membatalkan nomor porsi. "Jadi selama dia mungkin tunda, tunda, tunda selama tidak dibatalkan ya secara mungkin personal, maka porsi tersebut tetap akan bisa berangkat pada tahun berikutnya," tutur Boby.
Dari total 2.423 calon jemaah haji yang telah melunasi biaya haji, Kota Depok mendapatkan sebanyak 6 kloter, yang diberangkatkan ke dalam dua gelombang, dan satu kloter di antaranya gabungan dengan Kabupaten Bogor.
"Jadi kloter Kota Depok itu kloter 2, kloter 6, kloter 12, kloter 18, kloter 21, dan kloter 26. Ya, jadi untuk kloter gabungan Kota Depok itu sendiri, yaitu berada di kloter 21 dengan jumlah jemaah sebanyak 164 orang. Yang lain selain kloter yang gabungan itu kita semuanya kloter utuh semua sejumlah 445 orang termasuk petugas," ujar Boby.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, kata Boby, keberangkatan pertama Kota Depok pada 22 April. Sehingga, sehari sebelumnya, calon jemaah haji akan masuk ke Asrama Haji.
"Nanti persiapannya itu akan menyerahkan koper besar kepada kami, yang insyaallah nanti kita akan coba tempatkan di Masjid At-Thohir ya, karena memang pertama lokasi keberadaannya itu memang lebih strategis dibandingkan dengan keberadaan kantor Kementerian Haji dan Umrah kan gitu ya," ucap Boby.
















































