Sebuah kapal terlihat berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran , 1 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pengiriman minyak melalui Selat Hormuz langsung terhenti setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang berlaku mulai Senin (13/4/2026) pukul 14.00 GMT (21.00 WIB). Menurut laporan intelijen maritim Lloyd's List yang berbasis di London, lalu lintas yang sebelumnya sudah beroperasi pada tingkat terbatas tiba-tiba berhenti total karena kapal-kapal mulai berbalik arah di Selat Hormuz.
Hal itu terjadi ketika AS meningkatkan operasi pembersihan ranjau dan menuding Iran gagal menghormati komitmennya untuk membuka kembali jalur air internasional tersebut. Blokade angkatan laut AS diumumkan setelah Washington dan Teheran melakukan pembicaraan langsung yang jarang terjadi di Islamabad, ibu kota Pakistan, Sabtu (11/4/2026), untuk mengakhiri perang sejak 28 Februari lalu.
Negosiasi di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan dari kedua belah pihak. Pembicaraan itu dilakukan di tengah gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Pakistan mulai Selasa (7/4/2026).
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pun telah bersumpah akan memblokade akses semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran" mulai Senin pukul 14.00 GMT atau pukul 21.00 WIB.
"Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) akan mulai menerapkan blokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada 13 April, pukul 10.00 pagi ET (14.00 GMT), sesuai dengan proklamasi Presiden (Donald Trump)," kata komando tersebut dalam sebuah pernyataan.
CENTCOM menegaskan bahwa blokade tersebut akan diberlakukan secara menyeluruh terhadap kapal-kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan daerah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.
"Pasukan CENTCOM tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dengan rute pelabuhan non-Iran," demikian pernyataan CENTCOM.
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti

2 hours ago
2















































