Zelensky: Fokus AS ke Iran Hambat Upaya Damai Ukraina

3 hours ago 1

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan perhatian Amerika Serikat terhadap perang di Iran berdampak langsung pada mandeknya upaya perdamaian di Ukraina. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan stasiun televisi Jerman ZDF pada Selasa, 14 April, dikutip NDTV.

Zelensky mengatakan para perunding damai Amerika tidak lagi memiliki cukup waktu untuk menangani konflik Ukraina. Ia menyebut Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang sebelumnya terlibat dalam upaya dialog dengan Moskow, saat ini terus-menerus melakukan pembicaraan dengan Iran.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Secara terpisah, dilansir Arab News, Zelensky juga menegaskan bahwa perhatian Washington kini teralihkan ke Timur Tengah. Kondisi ini, menurut dia, membuat proses diplomasi untuk mengakhiri perang dengan Rusia tidak lagi menjadi prioritas.

Negosiasi Mandek Sejak Februari

Zelensky mengatakan pembicaraan yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II itu praktis terhenti sejak pecahnya perang Iran pada akhir Februari 2026. Hingga kini, delegasi Rusia dan Ukraina belum kembali bertemu sejak perundingan terakhir di Jenewa pada pertengahan Februari 2026.

Ia menggambarkan para utusan Amerika sebagai pihak yang pragmatis dan berupaya menarik lebih banyak perhatian dari Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk mengakhiri perang. Namun, ia mengingatkan pendekatan tersebut tidak cukup memberi tekanan. “Jika Amerika Serikat tidak memberikan tekanan kepada Putin dan hanya melakukan dialog yang lunak dengan Rusia, maka mereka tidak akan lagi merasa takut,” kata Zelensky.

Pasokan Senjata Jadi Masalah Besar

Fokus Amerika Serikat ke Iran, menurut Zelensky, juga berdampak pada dukungan militer untuk Ukraina. Ia menyebut pengiriman senjata kini menjadi masalah besar. “Jika perang terus berlanjut, akan ada lebih sedikit senjata untuk Ukraina. Ini sangat kritis, terutama untuk material pertahanan udara,” ujarnya.

Dalam wawancara terpisah, dilansir Axios, Zelensky memperingatkan perang berkepanjangan di Iran akan menguntungkan Rusia dan merugikan Ukraina. “Saya yakin Rusia menginginkan perang yang panjang. Mereka mendapat keuntungan: Amerika Serikat fokus ke Timur Tengah dan mungkin mengurangi bantuan militer ke Ukraina. Sanksi sebagian dilonggarkan. Saya hanya melihat keuntungan bagi Rusia jika perang dengan Iran terus berlanjut,” katanya.

Zelensky turut menyoroti dampak ekonomi dari pelonggaran sanksi energi terhadap Rusia. “Jika sekarang mereka mendapatkan lebih banyak uang dari energi, itu tidak membantu kami,” ujarnya.

Ia juga mengungkap bahwa Ukraina telah menyebarkan intelijen kepada negara-negara Timur Tengah mengenai dugaan dukungan Rusia kepada Iran, termasuk bantuan penargetan militer. “Saya pikir Rusia mendukung Iran secara langsung, 100 persen. Formatnya sama seperti berbagi citra satelit seperti yang mereka lakukan dalam kasus Ukraina,” kata Zelensky.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |