Wakil PM Italia Semprot Uni Eropa Soal Kenaikan BBM: Bak Dokter Ogah Obati Pasien

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini melontarkan kritik keras kepada Uni Eropa (UE) terkait lambannya respons menghadapi kenaikan harga bahan bakar yang menekan sektor transportasi dan logistik di negaranya.

Salvini menilai Brussel gagal bergerak cepat membantu para pengemudi truk dan pelaku transportasi yang kini menghadapi lonjakan biaya operasional akibat kenaikan harga BBM.

Kepada radio RTL 102.5, Salvini memperingatkan bahwa kondisi tersebut bisa memicu krisis distribusi barang jika tidak segera ditangani.

“Kami harus mampu membantu mereka, karena menghentikan truk selama satu pekan itu akan berarti toko-toko kosong dan Italia berada dalam kondisi kacau,” kata Salvini pada Selasa (19/5/2026).

Ia juga menyindir sikap Uni Eropa yang mengakui situasi sedang serius, tetapi belum mengambil langkah konkret untuk melakukan intervensi.

“Hal yang paling absurd adalah mereka berkata, ‘Ya, situasinya serius, tetapi karena belum menjadi bencana, mari kita tunggu sebelum melakukan intervensi’,” ujarnya.

Salvini kemudian mengibaratkan pendekatan pejabat Uni Eropa seperti dokter yang menolak mengobati pasien sakit parah hingga pasien tersebut berada di ambang kematian.

Menurutnya, pola pikir seperti itu berbahaya karena keterlambatan penanganan justru dapat memperburuk dampak ekonomi dan sosial di Italia.

Pernyataan Salvini muncul di tengah meningkatnya ketidakpuasan para pengemudi truk di Italia terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya logistik yang terus membebani sektor transportasi.

Sebelumnya, pada Senin (18/5), Kantor Berita Ansa melaporkan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni telah mengirim surat kepada Presiden Komisi Eropa untuk meminta kelonggaran anggaran di tengah tekanan krisis energi yang melanda negara tersebut.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |