Tim Nawasena Folklore SMA Negeri 28 Jakarta baru saja meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang kompetisi tari internasional The Festival Bridge, Les Étoiles de Paris 2026 yang diselenggarakan pada 7-10 Mei 2026 di Paris, Prancis. Dalam lomba yang diikuti 61 tim dari 15 negara ini, Tim Nawasena Folklore menyabet penghargaan Absolute Winner sebagai penampil terbaik dari seluruh kompetisi, Grand Prix Winner kategori Folklore, serta Crystal Trophy sebagai penghargaan tertinggi dalam ajang tersebut.
Ketua Tim Nawasena Folklore Joranda Khansa Salsabilah mengatakan 23 penari dari SMA Negeri 28 Jakarta ini membawakan medley tarian Nusantara dari Betawi, Bali, Padang, Kalimantan dan tarian dari Jawa Barat, Jaipong. “Tim menari dua kali. Kami masuk katagori terbaik dari beberapa negara jadi harus menari sekali lagi,” ujar Joranda kepada Tempo, 19 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kepala SMA Negeri 28 Jakarta Deni Boy mengatakan tim Nawasena mampu bersaing dengan 800 penari dari 15 negara peserta kompetisi. “Tim Nawasena menunjukkan kualitas penampilan, kekompakan tim kemampuan artistiknya sehingga mampu membawa Indonesia di panggung dunia,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Tempo,19 Mei 2026.
Ia mengharapkan keberhasilan ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai, melestarikan dan mengembangkan budaya Indonesia dan membawanya ke panggung dunia.
Penampilan mereka memukau dewan juri kompetisi ini, salah satunya yakni Julia Tamackova yang berasal dari Praha, Republik Cek. “Tim Folklore SMA Negeri 28 tampil sangat mengagumkan. Eksekusi tarian sangat baik dan profesional. Kostum dan propertinya menarik dengan komposisi panggung yang variatif, musiknya megah sehingga layak mendapatkan Absolute Winner Grand Prix,” ujarnya .
Joranda menjelaskan tim mendaftarkan ke ajang perlombaan ini melalui sebuah vendor tari. Mereka juga yang melatih 23 penari dari tim Nawasena. Ia menjelaskan tim menyiapkan diri untuk kompetisi ini antara tiga hingga empat bulan. Ia mengakui untuk kompetisi ini, saingan terberatnya justru tim lain yang juga berasal dari Indonesia.
















































