REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Nama Harvest sudah cukup melekat di benak masyarakat Indonesia sebagai simbol kudapan perayaan. Mulai dari momen ulang tahun, wisuda, hingga hari raya keagamaan, sajian kue dan pastri dari bakery-patisserie ini hampir tak pernah absen melengkapi kebahagiaan keluarga.
Setelah 22 tahun mewarnai berbagai momen spesial, Harvest resmi mengumumkan langkah besar dalam perjalanan bisnisnya. Melalui sebuah rebranding menyeluruh, brand legendaris ini memperluas perannya agar tidak hanya hadir saat perayaan besar, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan momen manis masyarakat sehari-hari.
Keputusan rebranding ini lahir dari pemahaman mendalam terhadap perubahan perilaku konsumen. Harvest yang selama ini dinilai sangat occasion-driven alias hanya dituju saat ada momen istimewa, kini bertransformasi menjadi tempat yang lebih hangat dan inklusif.
Transformasi tersebut tidak sekadar mengubah tampilan luar, melainkan mencakup pembaruan identitas visual, logo, hingga atmosfer toko yang dirancang lebih modern, nyaman, dan relevan dengan dinamika gaya hidup masa kini. Bagi manajemen, perubahan ini merupakan respons alami atas cara masyarakat berinteraksi dengan sebuah produk kuliner.
Chief Executive Officer Sylvia Andriani Rizal mengatakan rebranding dilakukan untuk membawa Harvest lebih dekat dengan keseharian konsumen tanpa sedikit pun menghilangkan fondasi kualitas yang telah dibangun selama puluhan tahun. “Kini, kami ingin memperluas peran tersebut agar Harvest dapat hadir dalam lebih banyak momen sederhana setiap hari. Kami tetap menjaga kualitas dan craftsmanship yang telah dipercaya pelanggan, sambil terus berinovasi agar Harvest semakin relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka hari ini,” ujar Sylvia pada acara grand rebranding Harvest pada Senin (21/9/2026).
Wujud nyata dari arah baru ini terlihat dari penataan toko dan ragam produk yang ditawarkan. Jika sebelumnya pelanggan datang ke Harvest sebagian besar untuk membeli kue utuh sebagai hadiah atau hantaran perayaan, kini konsep toko baru dibuat lebih “mengundang”. Suasana di dalam gerai dirancang sedemikian rupa agar pelanggan merasa betah untuk duduk santai, menikmati secangkir kopi, dan menyantap pastri di sela-sela rutinitas harian mereka.
Untuk menopang transformasi ini, Sylvia menjelaskan empat pilar utama yang menjadi pijakan baru Harvest dalam menjaga kepuasan pelanggan. Keempat pilar ini dihadirkan untuk memastikan bahwa kebahagiaan yang dirasakan konsumen tidak hanya tercipta pada momen-momen tertentu saja, tetapi bisa dinikmati setiap hari.
“Janji baru Harvest kepada pelanggan kami hadirkan melalui empat pilar pengalaman, yaitu really good products, warm & thoughtful services, cozy & stylish environments, serta experiencing something new, always,” ujar Sylvia.

3 hours ago
3















































