REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pergerakan Bitcoin kembali menjadi perhatian pasar setelah menembus 85.000 dolar AS di tengah perubahan aktivitas perdagangan futures dan perkembangan kebijakan moneter serta regulasi aset digital di Amerika Serikat. Perubahan posisi futures, kenaikan volume perdagangan, dan likuidasi posisi short menunjukkan respons cepat pelaku pasar terhadap perubahan sentimen.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa (22/9/2026) sore, Bitcoin berada di kisaran 85.952 dolar AS, menguat 2,31 persen dalam 24 jam terakhir dan 11,72 persen dalam sepekan.
Penguatan tersebut terjadi setelah pasar melewati dua agenda penting, yakni keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed dan perkembangan CLARITY Act di Senat Amerika Serikat.
Pada 16 September 2026, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75 persen hingga 4,00 persen. Berdasarkan pernyataan resmi Federal Reserve, keputusan tersebut diambil ketika inflasi masih berada pada level tinggi dan aktivitas ekonomi Amerika Serikat terus berkembang.
Sehari sebelumnya, Senat AS gagal melanjutkan proses legislasi CLARITY Act setelah pemungutan suara memperoleh 50 suara berbanding 49, di bawah ambang 60 suara yang diperlukan. Berdasarkan pemberitaan Reuters, Bitcoin dan sejumlah aset kripto sempat mengalami tekanan setelah hasil pemungutan suara tersebut.
Bitcoin kemudian kembali menguat dan menembus 85.000 dolar AS pada 21 September. Berdasarkan pemberitaan The Block, Bitcoin naik lebih dari 5 persen dalam 24 jam, sementara posisi kripto senilai lebih dari 750 juta dolar AS mengalami likuidasi, dengan sekitar 648,3 juta dolar AS di antaranya berasal dari posisi short.
Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan perubahan tersebut menunjukkan respons pelaku pasar terhadap perkembangan makroekonomi dan regulasi dapat berlangsung cepat.
“Pergerakan Bitcoin setelah keputusan The Fed dan perkembangan CLARITY Act menunjukkan bahwa pasar dapat kembali menyesuaikan posisi dalam waktu singkat. Karena itu, penting untuk melihat perubahan harga bersama dengan volume perdagangan, posisi Futures, serta perkembangan sentimen pasar secara keseluruhan,” ujar Ryan, Selasa (22/9/2026).
Perubahan aktivitas di pasar futures sudah terlihat sebelum kedua agenda tersebut berlangsung. Berdasarkan data sentiment yang dikutip CoinNess, open interest Bitcoin futures turun sekitar 13,5 persen, dari 321.497 BTC pada 3 September menjadi 278.151 BTC pada 11 September.
Penurunan open interest tersebut menunjukkan adanya pengurangan posisi atau leverage oleh sebagian pelaku pasar menjelang agenda yang berpotensi meningkatkan volatilitas.
Data Talos untuk periode 10-16 September juga menunjukkan volume perdagangan futures meningkat 6,3 persen secara mingguan menjadi 1,07 triliun dolar AS. Di sisi lain, open interest Bitcoin dalam denominasi dolar AS turun 1,6 persen menjadi 44,4 miliar dolar AS.
Likuidasi Bitcoin meningkat 15,9 persen secara mingguan menjadi 398,3 juta dolar AS, dengan aktivitas likuidasi terkonsentrasi di sekitar waktu kegagalan pemungutan suara CLARITY Act.
Setelah Bitcoin kembali menguat, aktivitas futures ikut meningkat. Berdasarkan pemberitaan The Block, lebih dari 648 juta dolar AS posisi short mengalami likuidasi ketika Bitcoin menembus 85.000 dolar AS.
Ryan mengatakan perubahan posisi di pasar futures perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas dan tidak secara otomatis menunjukkan arah pergerakan Bitcoin berikutnya.
“Kenaikan aktivitas Futures dan likuidasi posisi short dapat memperkuat pergerakan harga dalam jangka pendek, tetapi kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa tren tertentu akan berlanjut. Trader tetap perlu memahami bahwa posisi di pasar Futures dapat berubah cepat mengikuti volatilitas dan sentimen pasar,” tambah Ryan.
Perkembangan aktivitas futures global juga menjadi konteks bagi perdagangan futures di Bittime. Di Bittime Futures, BTCUSDT-PERP mencatat aktivitas perdagangan tertinggi sepanjang pekan, diikuti ARBUSDT-PERP, UNIUSDT-PERP, XRPUSDT-PERP, dan ETHUSDT-PERP.
Dominasi pasangan tersebut menunjukkan aktivitas futures tidak hanya terpusat pada aset dengan kapitalisasi pasar terbesar, tetapi juga mencakup aset kripto lain dengan aktivitas perdagangan cukup tinggi.
“Futures memberikan fleksibilitas melalui pilihan posisi long dan short, tetapi penggunaan leverage juga dapat memperbesar risiko ketika pergerakan pasar tidak sesuai dengan posisi yang diambil. Karena itu, trader perlu memahami margin, leverage, likuidasi, dan manajemen risiko sebelum menggunakan produk Futures,” ujar Ryan.
Bittime Futures menyediakan perdagangan futures dengan pilihan posisi long dan short serta leverage hingga 25 kali. Perubahan aktivitas dan likuidasi di pasar futures menunjukkan tingginya sensitivitas produk tersebut terhadap volatilitas dan perubahan sentimen pasar.

4 hours ago
3















































