REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (12/3/2026) berpotensi bergerak melemah seiring volatilitas harga minyak mentah global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
IHSG dibuka menguat 9,45 poin atau 0,13 persen ke posisi 7.398,85. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,34 poin atau 0,18 persen ke posisi 753,58.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai ruang penguatan IHSG cenderung terbatas menjelang libur panjang Idul Fitri pekan depan. “Kiwoom Research melihat IHSG sulit naik tinggi menjelang libur panjang Idul Fitri pekan depan, sehingga proyeksi terbaik saat ini adalah bergerak sideways sambil mempertahankan area support kritikal 7.335–7.120 agar tidak kembali tertembus,” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Dari faktor eksternal, harga minyak mentah kembali naik meskipun International Energy Agency (IEA) telah melepas cadangan darurat terbesar dalam sejarah sebesar 400 juta barel, jauh di atas pelepasan 182 juta barel saat krisis energi 2022.
Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 7,95 persen ke level 94,19 dolar AS per barel, sementara jenis Brent naik 8,01 persen ke level 99,35 dolar AS per barel berdasarkan data perdagangan pukul 09.35 WIB.
Kenaikan harga minyak dipicu meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz setelah adanya serangan terhadap kapal yang mengancam jalur distribusi energi global. Iran bahkan memperingatkan harga minyak dapat mencapai 200 dolar AS per barel apabila konflik terus meningkat.
Dari Amerika Serikat, data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari 2026 naik 0,3 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 2,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Namun data tersebut belum mencerminkan lonjakan harga energi terbaru sehingga pasar mulai memperkirakan potensi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Sementara itu, dari dalam negeri, defisit APBN Februari 2026 tercatat sebesar Rp135,7 triliun atau 0,53 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Kondisi ini masih sesuai dengan desain APBN karena belanja dipercepat merata sepanjang tahun meskipun pendapatan negara tetap positif dan pembiayaan anggaran turun 33 persen dibandingkan tahun lalu.
Selain itu, Komisi XI DPR RI juga telah memilih Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026–2031 bersama empat anggota Dewan Komisioner lainnya, yakni Hernawan Bekti Sasongko, Hasan Fawzi, Dicky Kartikoyono, dan Adi Budiarso. Keputusan tersebut akan disahkan dalam Sidang Paripurna DPR pada 12 Maret 2026.
Pada perdagangan Rabu (11/3), bursa saham Eropa ditutup melemah. Indeks Euro Stoxx 50 turun 0,70 persen, FTSE 100 Inggris turun 0,56 persen, DAX Jerman melemah 1,37 persen, dan CAC Prancis turun 0,19 persen.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat di Wall Street bergerak variatif. Indeks S&P 500 turun 0,1 persen ke 6.775,17, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,6 persen ke 47.417,27, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,1 persen ke 22.716,14.
Bursa saham Asia pada Kamis pagi juga bergerak beragam. Indeks Nikkei melemah 821,29 poin atau 1,49 persen ke 54.204,10, indeks Shanghai naik 4,20 poin atau 0,10 persen ke 4.137,54, indeks Hang Seng turun 206,50 poin atau 0,80 persen ke 25.692,31, dan indeks Straits Times melemah 15,33 poin atau 0,32 persen ke 4.848,50.
sumber : Antara

2 hours ago
2














































