REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG – PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo menjalankan intervensi pencegahan stunting di Desa Tetaf, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Program tersebut menyasar ibu hamil, balita, hingga calon pengantin sebagai kelompok paling rentan terhadap risiko stunting.
Kegiatan dilakukan melalui program Narasemesta yang menitikberatkan edukasi gizi, pencegahan dini, serta penguatan layanan kesehatan masyarakat. Program ini menyoroti pentingnya pemenuhan gizi sejak 1.000 hari pertama kehidupan sebagai fase krusial tumbuh kembang anak.
Direktur SDM dan Umum Asuransi Jasindo Dewi Utari mengatakan program tersebut diarahkan untuk mendorong perubahan perilaku kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal. “Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa. Melalui Narasemesta, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat untuk memberikan edukasi, dukungan gizi, serta mendorong kemandirian pangan, sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan secara berkelanjutan,” kata Utari dalam siaran pers, Sabtu (2/5/2026).
Sekitar 150 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari ibu hamil, ibu dengan anak usia 1.000 HPK, ibu balita, remaja calon pengantin, serta masyarakat umum. Selain edukasi, Jasindo menyalurkan bantuan pangan bergizi berupa beras, telur, dan biskuit jagung, serta dukungan kemandirian protein melalui bantuan 150 ekor ayam pullet lengkap dengan pakan dan perlengkapannya.
Perusahaan juga memberikan dukungan alat kesehatan seperti timbangan bayi digital, infantometer, dan stadiometer guna memperkuat deteksi dini risiko stunting di tingkat layanan dasar. Di sektor ketahanan pangan, bantuan alat pertanian berupa cultivator dan solar dryer diberikan untuk meningkatkan produktivitas pangan masyarakat.
Utari mengatakan pemilihan Desa Tetaf didasarkan pada tingginya risiko stunting serta keterbatasan akses terhadap pangan bergizi dan layanan kesehatan. “Kami ingin memastikan bahwa intervensi yang dilakukan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan di masyarakat,” ujar Utari.
Menurut Utari, pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat. “Asuransi Jasindo berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas,” kata Utari.

1 hour ago
1

















































