ANDREW Hugg, seorang ilmuwan nuklir Amerika Serikat, pada Selasa dilaporkan diusir dari Pentagon. Laporan ini muncul setelah sebuah video menunjukkan dia diduga berbagi informasi sensitif dengan jurnalis perempuan yang menyamar dirilis di platform X. Seperti dilansir The Hindustan Times, video tersebut diunggah oleh James O'Keefe, aktivis konservatif Amerika yang dikenal karena mendirikan Project Veritas dan kemudian mendirikan O'Keefe Media Group.
Rekaman viral yang dibagikan di X menempatkan Hugg dalam situasi yang memalukan. Ia diduga membocorkan informasi sensitif tentang konflik AS-Iran kepada seorang jurnalis perempuan yang menyamar.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Selama percakapan tersebut, Hugg tampak terpengaruh oleh penampilan sang jurnalis, yang menyebabkan dia diduga membocorkan detail tentang operasi dan strategi militer.
“Anda bukan mata-mata, kan?” kata Hugg kepada sang jurnalis, dan perempuan itu sambil tertawa, menjawab, “Tidak.”
“Matamu begitu mempesonaku. Jadi aku hampir harus memberitahumu... Itulah mengapa cara termudah untuk mendapatkan informasi intelijen [adalah] dengan mengirim seorang gadis cantik untuk berbicara dengan orang itu.”
Dalam rekaman tersebut, Hugg diduga mengakui bahwa serangan militer AS pada awal perang telah mengakibatkan kematian anak-anak di Iran, meskipun ia menyebut mereka sebagai korban yang tak disengaja.
Ia juga mengklaim AS masih memiliki agen saraf dan mengatakan seorang ahli kimia Angkatan Darat AS baru-baru ini meninggal karena terpapar zat tersebut.
Saat ditanya apakah AS akan mengebom Iran dengan senjata nuklir, Hugg menjawab,"Kami tidak akan mengebom siapa pun.” Kendati demikian, ia mengatakan AS tidak akan ragu untuk melenyapkan pemimpin Iran berikutnya (Mojtaba Khamenei) jika arah politik tidak berubah.
Pentagon dan Angkatan Darat AS belum secara publik memverifikasi klaim spesifik yang dibuat dalam rekaman tersebut.
Tak lama setelah rekaman viral tersebut ditayangkan, muncul laporan bahwa Hugg secara fisik dikawal keluar dari Pentagon oleh petugas keamanan dan ditempatkan di bawah penyelidikan.
Laporan tersebut menambahkan bahwa Hugg ditempatkan dalam cuti administratif sambil menunggu penyelidikan. HT tidak dapat memverifikasi laporan ini secara independen.
Departemen Angkatan Darat AS dilaporkan sedang meninjau sejauh mana informasi yang diduga dibagikan Hugg selama percakapan yang direkamnya dengan jurnalis yang menyamar tersebut.
Sebelum diskors, Andrew Hugg menjabat sebagai Kepala Cabang Keamanan Nuklir dan Kimia di Departemen Angkatan Darat, sebuah peran yang mengawasi strategi dan protokol keselamatan untuk beberapa senjata paling sensitif dalam persenjataan Amerika.
Karier Hugg ditandai dengan keahliannya dalam operasi nuklir dan penanggulangan senjata pemusnah massal.
Profil LinkedIn-nya, yang tampaknya mengkonfirmasi perannya di Departemen Angkatan Darat, telah dihapus. Pemberhentian sementara mendadak ini telah meninggalkan kekosongan jabatan penting di tengah meningkatnya ketegangan global.
Hingga saat publikasi, belum ada dakwaan yang diajukan terhadap Hugg.















































