Trump: AS Tak akan Pakai Senjata Nuklir dalam Perang ke Iran

2 hours ago 1

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Kamis bahwa ia tidak akan menggunakan senjata nuklir dalam perang melawan Iran.

“Mengapa saya harus menggunakan senjata nuklir? Kita telah sepenuhnya, dengan cara yang sangat konvensional, menghancurkan mereka tanpa itu,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih ketika ditanya apakah ia akan menggunakan senjata semacam itu seperti dilansir Al Arabiya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Tidak, saya tidak akan menggunakannya. Senjata nuklir seharusnya tidak pernah diizinkan untuk digunakan oleh siapa pun,” ia menegaskan.

Ditanya berapa lama ia bersedia menunggu kesepakatan perdamaian jangka panjang dengan Iran, Trump berkata, “Jangan terburu-buru.”

Ia mengatakan Iran mungkin telah menambah persenjataan mereka “sedikit” selama gencatan senjata dua pekan. Namun, ia menambahkan bahwa militer AS dapat menghancurkannya dalam waktu sekitar satu hari.

“Angkatan laut mereka sudah hancur. Angkatan udara mereka sudah hancur, pertahanan anti-pesawat mereka sudah hancur... mungkin mereka sedikit menambah kekuatan selama jeda dua minggu, tetapi kita akan menghancurkannya dalam satu hari, jika memang mereka melakukannya,” ujar Trump.

“Saya ingin membuat kesepakatan terbaik. Saya bisa membuat kesepakatan sekarang juga... tetapi saya tidak ingin melakukannya. Saya ingin kesepakatan ini berlaku selamanya,” kata Trump.

Tolak Iran Miliki Senjata Nuklir

Trump menambahkan bahwa ia menginginkan kesepakatan abadi dengan Iran, yang mencakup ketentuan bahwa Teheran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

"Saya ingin kesepakatan itu abadi. Saya ingin kesepakatan di mana mereka tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk mendapatkan [senjata nuklir]," kata Trump seperti dilansir Antara.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini, Amerika Serikat mampu mencapai kesepakatan sementara, yang akan berlangsung sekitar 20 tahun - waktu yang konon dibutuhkan Republik Islam itu untuk membangun kembali kemampuan nuklirnya.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran pada 28 Februari yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu yang kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan di Islamabad meski berakhir tanpa kesimpulan.

Seusai gagal mencapai kesepakatan Amerika Serikat menyatakan akan mulai memblokade kapal-kapal yang akan masuk dan keluar pelabuhan Iran. Teheran membalas dengan kembali menutup Selat Hormuz.

Setelah gencatan senjata selama dua minggu berakhir, Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sambil melanjutkan blokade, menambahkan bahwa pembicaraan damai dengan Iran "mungkin" terjadi dalam 36 hingga 72 jam ke depan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |