Tim Gabungan di Bandara Juanda Gagalkan Penyelundupan 48.800 Benih Bening Lobster

2 hours ago 3

BBL tersebut ditemukan dalam bagasi seorang calon penumpang yang menuju Singapura.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO – Tim gabungan menggagalkan upaya penyelundupan 48.800 ekor benih bening lobster (BBL) dengan perkiraan nilai Rp6,13 miliar melalui Bandara Internasional Juanda pada Jumat (18/9/2026). BBL tersebut ditemukan dalam bagasi seorang calon penumpang yang hendak terbang ke Singapura menggunakan Scoot TR-297 rute Surabaya–Singapura.

Penindakan tersebut merupakan hasil sinergi Bea Cukai Juanda, Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I, Satgaspam Lanudal Juanda, Pomal Lanudal Juanda, Aviation Security (Avsec), serta Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur dalam mengawasi lalu lintas barang di Bandara Internasional Juanda.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Juanda, Agung Wibowo, mengungkapkan bahwa penindakan ini berawal dari informasi Satgaspam Lanudal Juanda dan Avsec mengenai dugaan adanya bagasi calon penumpang yang membawa BBL. “Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan melakukan pemeriksaan di Terminal 2 Keberangkatan Internasional Bandara Juanda,” imbuhnya.

Dari pemeriksaan sebuah koper, petugas menemukan 18 kantong plastik berisi BBL yang dikemas untuk dibawa dalam penerbangan menuju Singapura. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, BBL tersebut terdiri atas 46.400 ekor jenis pasir dan 2.400 ekor jenis mutiara, dengan total 48.800 ekor.

Agung mengatakan bahwa seluruh BBL yang diamankan kemudian diserahterimakan kepada BKHIT Jawa Timur untuk mendapatkan penanganan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Benih lobster tersebut selanjutnya dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

“Penindakan ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas instansi dalam memperkuat pengawasan di Bandara Internasional Juanda. Pertukaran informasi dan koordinasi antarpetugas menjadi bagian penting dalam mendeteksi dan mencegah upaya penyelundupan komoditas perikanan ke luar negeri,” tegasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, pengawasan tidak hanya diarahkan untuk mencegah pelanggaran di bidang kepabeanan, tetapi juga mendukung perlindungan dan keberlanjutan sumber daya kelautan Indonesia, termasuk menjaga keberadaan BBL sebagai bagian dari ekosistem perikanan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |