Kemenhaj Buka Opsi Maskapai Lain untuk Tekan Biaya Haji

1 hour ago 2

Jamaah haji Indonesia kloter terakhir musim haji 1446 H / 2025 berjalan ke luar dari pesawat setibanya dari Medinah Arab Saudi di Terminal Haji dan Umrah Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (10/7/2025). Di hari terakhir pemulangan jamaah haji Indonesia hampir secara berbarengan mendarat dua penerbangan yang membawa tiga kloter yakni kloter 60 Dembarkasi Bekasi dan dua kloter gabungan 61 Dembarkasi Bekasi, kloter 62 Dembarkasi Pondok Gede.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mengupayakan agar biaya penerbangan haji yang ditawarkan maskapai bisa turun sehingga nantinya berpengaruh pada besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).

“Kalau ini penerbangan bisa turun, ya otomatis BPIH bisa turun. Sementara ini masih kita kalkulasikan, kita hitung secara cermat. Dan tentunya pihak maskapai juga harus memberikan pengertian terhadap kondisi seperti sekarang,” ujar Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj Ian Heriyawan, Senin (21/9/2026).

Komponen biaya penerbangan menjadi titik krusial yang belum tuntas dalam pembahasan biaya haji. Kemenhaj masih menekan penawaran maskapai yang dinilai belum cukup efisien.

Menurut Ian, biaya penerbangan menyumbang sekitar 40 persen dari total BPIH sehingga penurunan harga tiket penerbangan akan langsung berpengaruh terhadap besaran biaya haji.

“Komponen biaya penerbangan ini 40 persen dari BPIH. Sehingga kalau ini penerbangan bisa turun, otomatis BPIH bisa turun,” ujar Ian.

Ia menjelaskan ada tiga komponen yang memengaruhi biaya haji, yakni biaya pelayanan dalam negeri, layanan luar negeri, dan biaya penerbangan haji. Untuk biaya pelayanan dalam negeri dan layanan luar negeri, telah diupayakan dan sebagian telah difinalisasi. Sementara itu, pembahasan biaya penerbangan masih terus dikebut karena nilai yang ditawarkan maskapai masih perlu ditekan.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |