Terdampak Bencana Pergerakan Tanah, Puluhan Warga Semarang Mengungsi di Tenda Darurat

3 hours ago 3

Pengungsi korban fenomena gerakan tanah (soil creep) berada di tenda darurat, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/2/2026). Menurut BPBD Kota Semarang, peristiwa yang terjadi sejak Kamis (5/2) tersebut dipicu intensitas hujan tinggi yang meningkatkan kejenuhan tanah berkarakter lempung sehingga terjadi pergerakan tanah secara perlahan (creeping) yang mengakibatkan sekitar 15 rumah rusak berat hingga roboh serta memaksa 22 kepala keluarga atau sekitar 60 jiwa mengungsi ke tenda darurat. (FOTO : ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Pengungsi korban fenomena gerakan tanah (soil creep) berada di tenda darurat, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/2/2026). Menurut BPBD Kota Semarang, peristiwa yang terjadi sejak Kamis (5/2) tersebut dipicu intensitas hujan tinggi yang meningkatkan kejenuhan tanah berkarakter lempung sehingga terjadi pergerakan tanah secara perlahan (creeping) yang mengakibatkan sekitar 15 rumah rusak berat hingga roboh serta memaksa 22 kepala keluarga atau sekitar 60 jiwa mengungsi ke tenda darurat. (FOTO : ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Petugas BPBD Kota Semarang menyiapkan hidangan berbuka puasa untuk pengungsi korban fenomena gerakan tanah (soil creep) di tenda darurat, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/2/2026). Menurut BPBD Kota Semarang, peristiwa yang terjadi sejak Kamis (5/2) tersebut dipicu intensitas hujan tinggi yang meningkatkan kejenuhan tanah berkarakter lempung sehingga terjadi pergerakan tanah secara perlahan (creeping) yang mengakibatkan sekitar 15 rumah rusak berat hingga roboh serta memaksa 22 kepala keluarga atau sekitar 60 jiwa mengungsi ke tenda darurat. (FOTO : ANTARA FOTO/Aji Styawan)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pengungsi korban fenomena gerakan tanah (soil creep) berada di tenda darurat, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/2/2026).

Menurut BPBD Kota Semarang, peristiwa yang terjadi sejak Kamis (5/2) tersebut dipicu intensitas hujan tinggi yang meningkatkan kejenuhan tanah berkarakter lempung sehingga terjadi pergerakan tanah secara perlahan (creeping) yang mengakibatkan sekitar 15 rumah rusak berat hingga roboh serta memaksa 22 kepala keluarga atau sekitar 60 jiwa mengungsi ke tenda darurat.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |