Foto udara permukiman penduduk yang terisolasi akibat banjir di Desa Napai, Woyla Barat, Aceh Barat, Aceh, Jumat (28/11/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan jaringan listrik di Aceh, sebagai salah satu daerah yang terdampak banjir bandang beberapa hari belakangan ini. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya juga menyalurkan bantuan dalam bentuk paket sembako dan peralatan listrik kepada masyarakat lokal yang terdampak bencana.
Bantuan yang sudah disalurkan meliputi enam ton beras, dua ton gula, seribu kotak mi instan, dua ribu kaleng sarden, dua ribu liter minyak goreng, dua ribu kaleng kornet, dua ribu paket biskuit, tiga ribu botol air mineral, serta 14 ribu lampu darurat.
Bantuan tersebut, lanjut Darmawan, diserahkan antara lain melalui Pemerintah Provinsi Aceh dalam Apel Siaga Team Recovery Bencana di Landasan Udara Iskandar Muda pada Sabtu (29/11/2025) lalu.
“PLN selalu berada di sisi masyarakat dalam kondisi apa pun. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk kepedulian untuk membantu warga mempercepat pemulihan pascabencana,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada Ahad (30/11/2025).
Bencana longsor dan banjir bandang di Aceh menyebabkan sebanyak 12 tower transmisi roboh. Selain itu, dampaknya juga signifikan pada gangguan suplai listrik di wilayah tersebut.
Saat ini, PLN telah menerjunkan sekitar 500 petugas gabungan dari unit PLN se-Indonesia. Mereka berfokus mempercepat pembangunan tower transmisi darurat di Aceh.
Percepatan penanganan gangguan dilakukan nonstop. Dalam hal ini, PLN bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Salah satu penerima bantuan sembako di Posko Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Dedy Suriadi mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan PLN ke tempat posko pengungsiannya.

1 hour ago
1














































