Warga mencuci pakaian di sungai pascabanjir bandang di Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Pascabanjir bandang pada Selasa (25/11) lalu, warga mulai melakukan aktivitas seperti meninjau rumah warga yang rusak, mencuci pakaian dan kendaraan yang terkena lumpur.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di balik setiap musibah yang menimpa seorang hamba, Islam mengajarkan ada hadiah besar yang Allah SWT siapkan bagi mereka yang tetap bersabar.
Tidak hanya sekadar pelipur lara, pahala kesabaran bahkan disebut Nabi Muhammad SAW melebihi pahala ahli sholat dan puasa, karena kelak pada hari kiamat orang-orang yang diuji dan tetap sabar justru menerima balasan tanpa perhitungan.
Musibah adalah hal yang biasa terjadi dalam kehidupan di dunia. Seorang hamba Allah SWT yang sedang tertimpa musibah tidak sepatutnya larut dalam kesedihan, karena Allah SWT menyiapkan sesuatu bagi mereka yang tetap beriman dan bersabar saat tertimpa musibah.
Bahkan hadiah yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang yang ditimpa musibah lebih besar dibandingkan yang diberikan kepada ahli sholat. Hal ini dijelaskan Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Bantani dalam buku Nashaihul Ibad yang mengutip sabda Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jika kiamat telah tiba maka timbangan diletakkan. Kemudian ahli sholat didatangkan, maka dipenuhi pahala-pahala mereka sesuai perhitungan mizan. Kemudian didatangkan orang-orang yang berpuasa dan diberikan pahala mereka sesuai dengan perhitungan mizan.”
“Akhirnya didatangkan orang-orang yang sewaktu hidup di dunia ditimpa musibah. Untuk mereka tidak diperhitungkan dengan mizan dan tidak juga dibentangkan kepada mereka catatan amalnya. Kemudian mereka diberi pahala sepenuhnya tanpa hitungan. Sehingga orang-orang yang selamat mengharapkan memperoleh kedudukan seperti mereka karena banyaknya pahala dari Allah SWT.”

51 minutes ago
1













































