Tangani Banjir Kabupaten Bandung, KDS: Menteri PU Sudah Setuju Pembangunan Danau

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau sejumlah lokasi yang akan dibangun danau atau kolam retensi di kawasan Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jumat (1/5/2026).

Rencana pembangunan danau untuk menanggulangi banjir yang terjadi di kawasan Tegalluar. Saat peninjauan, KDS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna didampingi anggota Komisi IX DPR H Asep Romy Romaya. Keduanya putra daerah Desa Tegalluar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa, Kepala DPMPTSP Ben Indra Agusta, Kepala Satpol Uwais Qorni, dan Kepala Disperkimtan Enjang Wahyudin turut mendampingi Bupati KDS.

Kepala Desa Tegalluar Galih Hendrawan beserta sejumlah tokoh masyarakat dan Ketua RW juga hadir. "Hari ini (kemarin) kita mengecek lapangan, supaya Tegalluar tidak banjir lagi," kata KDS di sela-sela meninjau lokasi pembangunan danau di Desa Tegalluar.

Menurut Bupati, dalam penanganan banjir di Desa Tegalluar ada beberapa opsi. Pertama, setelah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jalan provinsi di kawasan Tegalluar akan ditinggikan pembangunannya.

"Insya Allah tahun ini kurang lebih sepanjang 1 km oleh Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat. Menteri Pekerjaan Umum (PU) sudah setuju dan siap menganggarkan untuk pembangunan danau, salah satunya di Desa Tegalluar," katanya.

KDS mengatakan pertemuan dengan Menteri PU di Jakarta beberapa waktu lalu setelah didorong Wakil Ketua DPR H. Cucun Ahmad Syamsurijal dan program pembangunan danau untuk penanggulangan banjir, akan dilaksanakan tahun ini.

"Maka saya mengecek langsung ke lapangan dan melihat situasi dan kondisi. Ada beberapa yang dilaksanakan secara pentahelix, kita akan mulai pekan depan," ujarnya.

Namun, kata dia, untuk lokasi pembangunan danau, pihaknya akan menertibkan dulu sebelum 5 Mei 2026.

"Bagi pengembang atau investor yang sudah memiliki lahan di kawasan Tegalluar, tetapi tidak ada kejelasan pembangunan, kita kembalikan ke semula untuk memenuhi LSD (Lahan Sawah Dilindungi) dan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat," tuturnya.

Meski demikian, kata KDS, DPMPTSP Kabupaten Bandung akan tetap mengundang para investor atau pengembang yang sudah membebaskan lahan di wilayah Tegalluar.

"Untuk itu mohon doanya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung, terutama warga Tegalluar. Insya Allah kita akan selesaikan persoalan sampah, termasuk persoalan banjir di wilayah Tegalluar," tuturnya.

Bupati KDS berterima kasih kepada anggota Komisi IX DPR Asep Romy Romaya yang mengawal aspirasi warga tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, termasuk kepada para kepala dinas yang terus mengawal rencana pembangunan kolam retensi tersebut.

Ia menambahkan, pihaknya mengusulkan tiga titik lokasi. Pertama retensi satu di Tegalluar, kedua retensi 5 di Sukamanah. Ketiga, normalisasi Sungai Cisunggalah yang anggarannya kurang lebih Rp 151 miliar yang langsung disetujui menteri PU.

‘’Yang lain-lainnya kurang lebih sekitar Rp 68 miliar untuk lokasi yang terkena bencana. Sehingga totalnya yang disepakati oleh Pak Menteri PU itu sekitar Rp 220 miliar," tuturnya.

Bupati KDS berharap program pembangunan infrastuktur untuk penanganan banjir itu bisa terlaksana tahun ini dan lancar. Termasuk jalan provinsi yang berada di Desa Tegalluar sepanjang 1 km sudah dianggarkan Gubernur Jawa Barat.

‘’Terima kasih Pak Menteri PU, Pak Gubernur, Pak Wakil Ketua DPR, Bang Asep Romy yang selalu mengawal. Termasuk terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Bandung. Mohon doanya, semoga lancar. Aamiin yra," ujarnya.

Ketua DPUTR Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan Bupati Bandung sudah dua kali bertemu dengan menteri PU di Jakarta. Itu membuktikan, Bupati sangat konsen terhadap infrastruktur.

Khususnya, pertemuan terakhir Bupati dengan menteri PU membahas pengendalian banjir di Tegalluar dan di Kabupaten Bandung wilayah timur.

‘’Beliau sudah mengajukan proposal, dan sudah disetujui Pak Menteri PU untuk membangun kolam retensi sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan Tegalluar dan Bandung wilayah timur," tuturnya.

Di hadapan Bupati KDS, kata Zeis, pihaknya sudah intens melakukan komunikasi dengan BBWS Citarum untuk menyediakan DED untuk pembebasan fisik pembangunan kolam retensi di Desa Tegalluar dan Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Bandung Ben Indra Agusta mengatakan penyerahan lahan untuk danau, sebenarnya sudah ada aturannya, sudah ada Perda dan Perbupnya.

"Sebenarnya, kita tinggal menindaklanjuti yang sudah ditandatangani pernyataan oleh para pengusaha atau investor yang berada di kawasan Kota Baru Tegalluar ini,’’ katanya.

Pihaknya, jelas dia, siap verifikasi ulang, sesuai dengan perintah Bupati dan dikasih tenggat hingga 5 Mei.’’ Kita akan terus kerja, sehingga nanti apabila ada investor yang tidak memenuhi persyaratan akan kita evaluasi untuk mengembalikan fungsi ruang sesuai dengan eksisting sekarang," tuturnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung Uwais Qorni menegaskan Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah dan perbup, apabila ada yang melanggar aturan tentu akan ditertibkan.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya mengatakan, dengan hadirnya sejumlah pemangku kebijakan dalam pemantauan lokasi yang akan dibangun danau buatan atau kolam retensi di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung ada sebuah solusi terbaik. Dengan harapan persoalan banjir di Tegalluar dan sekitarnya segera bisa diatasi dengan baik.

"Rencana pembangunan kolam retensi atau danau buatan tidak hanya wacana semata, tetapi harus dilaksanakan. Ada beberapa terobosan yang harus ditempuh, seperti yang disampaikan oleh Pak Bupati Bandung Dadang Supriatna sebagai itikad baik untuk tercapainya tujuan kedepannya. Yaitu untuk penanganan banjir di kawasan Tegalluar," tuturnya.

Asep berharap, pengusaha atau pelaku usaha bekerja sama membebaskan lahan untuk pembangunan danau buatan dalam upaya penanganan banjir di kawasan Tegalluar.

Menurut dia, dengan hadirnya Bupati Bandung, sejumlah kepala dinas, kepala desa maupun para ketua RW dan tokoh masyarakat dalam peninjauan kawasan yang akan dibangun danau retensi merupakan wujud kebulatan nyata dalam upaya penyelesaian masalah banjir di Tegalluar.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |