SPANYOL pada Rabu mengutuk serangan udara brutal Israel di berbagai wilayah Libanon sebagai "tidak dapat diterima." Serangan brutal itu menewaskan sedikitnya 254 warga Libanon dan melukai ribuan lainnya.
Madrid menyerukan penghentian segera serangan dan gencatan senjata yang lebih luas di semua lini di Asia Barat (Timur Tengah).
"Semua lini harus dihentikan," kata Menteri Luar Negeri, Uni Eropa, dan Kerja Sama Spanyol, Jose Manuel Albares, dalam sebuah wawancara dengan Radio Nacional de Espana seperti dilansir Xinhua.
Ia menyebut bahwa kesepakatan gencatan senjata saat ini antara Iran dan Amerika Serikat tidak membahas situasi di Lebanon. Namun, Pakistan sebagai mediator gencatan senjata menegaskan bahwa Amerika Serikat, Iran, dan sekutu mereka telah menerima gencatan senjata "di mana-mana", termasuk di Libanon.
"Tidak dapat diterima bahwa invasi terhadap negara berdaulat, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB -- pasukan penjaga perdamaian PBB, di mana pasukan Spanyol melakukan pekerjaan yang terpuji -- dan pengeboman tanpa pandang bulu terhadap penduduk sipil di Beirut terus berlanjut," kata Albares.
Meskipun ada gencatan senjata sementara, katanya, Israel telah menolak untuk memperluas kesepakatan tersebut ke Libanon dan terus melanjutkan operasi militernya di sana.
Albares menegaskan kembali bahwa Spanyol akan terus mendorong de-eskalasi melalui jalur diplomatik, menekankan perlunya penghentian permusuhan secara komprehensif.
"Kedamaian harus kembali ke Libanon dan serangan harus dihentikan; itulah yang akan kami perjuangkan," katanya.
Pasukan Perdamaian PBB asal Spanyol Ditangkap
Sebelumnya, militer Israel sempat menahan seorang pasukan penjaga perdamaian PBB di Libanon
(UNIFIL) dari kontingen Spanyol.
UNIFIL pada Selasa mengatakan pasukan Israel telah menahan salah satu pasukan penjaga perdamaiannya "setelah memblokir konvoi logistik", tanpa mengungkapkan kewarganegaraannya. Tentara tersebut "dibebaskan dalam waktu kurang dari satu jam".
Spanyol kemudian pada Rabu memanggil perwakilan tertinggi Israel ke Madrid, kata sumber kementerian luar negeri. Kuasa usaha Israel dipanggil "untuk memprotes penahanan yang tidak dapat dibenarkan terhadap seorang tentara UNIFIL Spanyol oleh tentara Israel", kata sumber tersebut, seperti dilansir Asharq Al-Awsat.















































