MUI: Gencatan Senjata Iran-AS Berpotensi Dikhianati Saat Musim Haji

2 hours ago 1

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim, Jumat (31/10/2025).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik prakarsa gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan. Meski demikian, MUI menyoroti adanya potensi pengkhianatan terselubung atas kesepakatan gencatan senjata dan adu domba negara-negara Muslim saat musim haji dimulai dimana tenggat dua pekan masa berlakunya gencatan senjata berakhir.

"MUI memandang bahwa potensi pengkhianatan terhadap kesepakatan tetap ada," kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Profesor Sudarnoto Abdul Hakim kepada Republika, Kamis (9/4/2026)

Sudarnoto menyampaikan, sejarah hubungan internasional sendiri menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap perjanjian dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti penafsiran sepihak atas isi kesepakatan, keterlambatan atau penghindaran implementasi komitmen, hingga tindakan terselubung yang bertentangan dengan semangat perdamaian.

Oleh sebab itu, dia menilai, perlu mekanisme pengawasan internasional yang kuat serta komitmen moral dan politik yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak agar kesepakatan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi benar-benar efektif.

Sudarnoto menegaskan, mekanisme pengawasan ini sangat penting untuk menghindar dari upaya Amerika dan Israel untuk memecah belah umat Islam. Dalam konteks ini, ia menerangkan, pelaksanaan haji tahun ini haruslah dijamin keamanan dan ketertibannya dan steril dari agitasi dari pihak manapun.

"Amerika dan Israel bisa saja memanfaatkan momen ini (musim haji) untuk memecah belah dan mengadu domba sebagai salah satu bagian dari pengkhianatan terhadap kesepakatan," ujar dia.

MUI juga menegaskan, gencatan senjata ini harus menjadi momentum untuk mendorong penghentian seluruh bentuk agresi dan kekerasan di kawasan lain, khususnya yang dilakukan oleh Israel di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon. Dia pun menolak adanya penindasan dan kekerasan masih terus berlangsung di Lebanon selagi gencatan senjata antara Iran dengan AS berjalan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |