CANTIKA.COM, Jakarta - Industri kecantikan Indonesia tengah diramaikan dengan kontroversi yang melibatkan Heni Sagara, yang dijuluki sebagai "Mafia Skincare". Julukan ini mencuat setelah beberapa tokoh publik seperti Nikita Mirzani, Richard Lee, dan Oky Pratama menuduhnya terlibat dalam praktik bisnis yang tidak etis. Artikel ini akan mengulas siapa Heni Sagara dan kontroversi di balik julukan tersebut.
Siapa Heni Sagara?
Heni Sagara yang memiliki nama asli Heni Purnamasari, lahir pada 18 November 1987 dan saat ini berusia 37 tahun. Ia adalah seorang pengusaha, apoteker, dan influencer media sosial. Heni juga dikenal sebagai pemilik Sagara Group yang terdiri dari PT Sagara Purnama dan PT Ratansha Purnama Abadi. Dua perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang termasuk kosmetik, obat tradisional, dan pangan olahan. Heni mencatatkan rekor MURI sebagai individu yang menciptakan formula kosmetik terbanyak di Indonesia, dengan total 4.614 formula yang terdaftar di Badan POM RI.
Sebagai seorang apoteker, Heni memiliki keahlian dalam bidang farmasi yang mendukung bisnis skincare-nya. Ia juga memiliki lebih dari 391.000 pengikut di Instagram dan dikenal sebagai pelopor skincare lokal dengan jaringan penjualan yang luas.
Kontroversi "Mafia Skincare"
Istilah "Mafia Skincare" mengacu pada praktik bisnis yang diduga tidak etis, seperti perdagangan ilegal produk skincare yang mengandung bahan keras dan berbahaya. Salah satu masalah utama adalah penyalahgunaan produk yang seharusnya hanya dapat diperoleh dengan resep dokter, seperti yang terdapat dalam produk dengan etiket biru. Produk ini berisiko menimbulkan iritasi, alergi, kerusakan kulit, dan bahkan kanker jika digunakan tanpa pengawasan medis.
Tuduhan yang diarahkan kepada Heni Sagara berfokus pada dugaan keterlibatannya dalam distribusi ilegal produk skincare "etiket biru". Beberapa pihak menuduh adanya perdagangan ilegal yang merugikan pengusaha skincare yang mematuhi regulasi.
Brand Skincare Heni Sagara
Heni Sagara mengelola beberapa merek skincare, dengan Thera Beauty sebagai salah satu yang paling terkenal. Produk-produk Thera Beauty tersedia di berbagai platform e-commerce seperti Shopee dan Lazada. Thera Beauty menawarkan berbagai paket perawatan wajah, termasuk paket "Brightening" dan "Acne," serta produk seperti facial wash, toner, serum, dan cream.
Selain Thera Beauty, terdapat beberapa brand lain yang disebut-sebut terkait dengan Heni Sagara, seperti Nanotera Skincare, Miguhara Skincare, dan Endorse Skincare. Keberagaman merek ini menunjukkan luasnya jaringan bisnis Heni di industri kecantikan.
Produk Unggulan Thera Beauty
Produk-produk dari Thera Beauty, terutama untuk perawatan wajah, mengklaim manfaat seperti mencerahkan kulit, mengatasi jerawat, dan melawan tanda penuaan. Beberapa produk unggulan termasuk facial wash, toner, day cream, dan night cream. Beberapa kandungan yang disebutkan adalah D-Panthenol, Allantoin, Lactic Acid, dan Niacinamide. Produk-produk ini banyak dicari oleh konsumen yang ingin merawat kulit dengan solusi yang lebih alami.
Reputasi di Kalangan Konsumen
Thera Beauty memiliki kehadiran yang cukup kuat di pasar online, dengan produk yang tersedia di platform besar seperti Shopee dan Tokopedia. Meskipun banyak ulasan positif dari konsumen mengenai keaslian produk dan pengiriman cepat, kontroversi "Mafia Skincare" tetap membayangi citra brand milik Heni Sagara. Beberapa konsumen juga khawatir akan klaim yang belum terverifikasi terkait keamanan produk.
Tanggapan Heni Sagara
Menanggapi tuduhan tersebut, Heni Sagara membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah. Ia juga mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tanpa bukti. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga memberikan klarifikasi bahwa tidak ada bahan berbahaya yang ditemukan dalam produk-produknya, meskipun ada penghentian sementara produksi di salah satu pabrik.
Kontroversi ini menunjukkan adanya persaingan yang ketat dalam industri kecantikan, di mana tuduhan semacam ini bisa digunakan untuk merusak reputasi pesaing.
Heni Sagara adalah sosok yang memegang peranan besar dalam industri skincare Indonesia. Meskipun diliputi kontroversi terkait dengan tuduhan "Mafia Skincare", keahliannya sebagai apoteker dan pencapaiannya dalam menciptakan ribuan formula kosmetik tetap menjadi pencapaian yang signifikan. Reputasi dan popularitas Heni Sagara di kalangan konsumen dapat dipengaruhi oleh dinamika persaingan yang ada, tetapi dia tetap menjadi pemain utama di pasar kecantikan Indonesia.
Pilihan Editor: Inul Daratista Ingin Operasi Plastik, Begini Cara Adam Suseno Menolak secara Elegan
INSTAGRAM | THERA BEAUTY | SHOPEE
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika