Petugas sensus ekonomi 2026 melakukan pendataan tempat produksi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ikan kayu di Lambaro Skep, Banda Aceh, Aceh, Selasa (16/6/2026). Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh mengerahkan 5.328 orang yang merupakan bagian dari 251 ribu petugas di seluruh Indonesia untuk mendata berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari rumah tangga usaha, UMKM, pasar tradisional, warung makan, toko kelontong, hingga perusahaan besar pada sensus ekonomi yang berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, BAMDARLAMPUNG — Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan kejujuran masyarakat dalam memberikan informasi mengenai aktivitas ekonomi yang dijalankan menentukan keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Karenanya, masyarakat diimbau jujur saat petugas sensus datang untuk mendata.
"Keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat serta sangat bergantung pada kejujuran masyarakat dalam memberikan informasi mengenai aktivitas ekonomi yang dijalankan," kata Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti di Bandarlampung, Sabtu (27/6/2026).
Kemudian, lanjut dia, keberhasilan Sensus Ekonomi juga diukur dari tidak adanya usaha maupun rumah tangga yang terlewat dalam pendataan oleh petugas.
"Semua harus tercatat tanpa terkecuali. Mari kita bersama-sama memastikan tidak ada satu pun usaha yang terlewat karena setiap aktivitas ekonomi, sekecil apa pun, memiliki arti penting bagi perekonomian kita, perekonomian Lampung, hingga perekonomian Indonesia," katanya.
Ia pun memberikan apresiasi dan semangat kepada para petugas Sensus Ekonomi 2026 yang akan bertugas di seluruh wilayah Lampung. Sebanyak 8.619 petugas sensus akan diterjunkan untuk melakukan pendataan di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
"Petugas di lapangan adalah ujung tombak keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Maka kami mengajak seluruh petugas menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas dan dedikasi," katanya.
Ia pun berharap Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan data yang akurat, lengkap dan berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, sekaligus menjadi pijakan dalam memperkuat daya saing daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah dan seluruh petugas sensus, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghadirkan potret utuh kondisi perekonomian Lampung yang akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi Indonesia di masa mendatang," katanya.
sumber : ANTARA

4 hours ago
3















































