Senjata AI Baru AS Bisa Bantai 50 Drone Musuh Tanpa Tembakan

2 hours ago 1

Ilustrasi perusahaan pertahanan Amerika Lockheed Martin yang meluncurkan senjata antidrone.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kontraktor pertahanan Amerika Serikat, Lockheed Martin, mengungkap pengembangan sistem anti-drone generasi terbaru berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk memburu dan menghancurkan kawanan drone musuh secara otomatis.

CEO Lockheed Martin, Jim Taiclet, mengatakan sistem bernama Sanctum itu mampu mendeteksi drone yang datang, menganalisis tingkat ancamannya, hingga memprediksi arah pergerakannya sebelum dicegat atau dilumpuhkan.

“Kami memasukkan berbagai teknologi ke dalam sistem kami,” kata Taiclet kepada FOX Business, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, teknologi tersebut dirancang untuk menghadapi ancaman peperangan modern yang semakin didominasi penggunaan drone murah dan serangan kawanan pesawat tanpa awak.

Taiclet menjelaskan sistem AI Sanctum memungkinkan pertahanan udara bekerja lebih cepat dan efisien dalam menghadapi banyak target sekaligus.

“Teknologi ini pada dasarnya mampu menghancurkan rudal balistik yang mengancam rakyat, pangkalan militer, maupun sekutu kami,” ujarnya.

Selain Sanctum, Lockheed Martin juga mengembangkan sistem bernama MORFIUS, yakni drone pencegat yang mampu mendekati drone musuh berukuran kecil dan melumpuhkannya menggunakan pulsa gelombang mikro berdaya tinggi.

Teknologi tersebut memungkinkan satu sistem menyerang banyak drone dalam satu operasi tanpa harus menembakkan rudal konvensional.

“Drone yang kami buat dengan bantuan AI ini memungkinkan kami menyerang hingga 50 drone berbeda dalam satu misi tanpa menembakkan senjata apa pun,” kata Taiclet.

Lockheed Martin juga menggandeng Nvidia untuk mendukung pengembangan teknologi AI tersebut. Nvidia memasok unit pemrosesan grafis (GPU) yang digunakan untuk mendukung sistem keamanan nasional berbasis kecerdasan buatan.

Selain mengembangkan teknologi baru, Lockheed Martin juga memodifikasi sistem persenjataan lama untuk menghadapi ancaman drone dengan biaya lebih murah.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengubah rudal Hellfire yang biasanya digunakan sebagai senjata udara-ke-darat pada helikopter Apache menjadi rudal pencegat darat-ke-udara untuk menghancurkan drone musuh.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |