REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah konten penjual anggur hitam di sekitar Taman Mataram, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beredar luas di media sosial. Dalam konten itu, minuman beralkohol tersebut dijajakan di gerobak di kawasan taman tersebut.
Dari sejumlah video yang beredar, terdapat beberapa orang yang membeli minuman tersebut. Orang-orang itu menenggak minuman tersebut di area taman menggunakan gelar berukuran jumbo. Namun, tidak ada petugas yang melarangnya.
Berdasarkan pantauan Republika di kawasan Taman Mataram pada Kamis (16/7/2026) siang, tidak nampak adanya gerobak yang menjual minuman anggur hitam, seperti yang beredar di media sosial. Hanya ada beberapa penjual makanan dan minuman ringan yang ada di sekitar kawasan taman tersebut.
Republika mencoba bertanya ke sejumlah pedagang di kawasan itu mengenai penjual anggur kolesom yang viral di media sosial. Menurut mereka, video tersebut hanya untuk kebutuhan konten.
Salah seorang pedagang di kawasan Taman Mataram mengkui bahwa video viral tersebut dibuat di kawasan tersebut. Namun, menurut dia, orang-orang itu tidak benar-benar menjual minuman beralkohol.
"Konten doang itu," kata laki-laki yang enggan disebut namanya itu ketika diperlihatkan konten tersebut.
Menurut dia, konten itu dibuat pada Ahad lalu. Ia menilai, minuman yang dijajakan itu bukan benar-benar minuman beralkohol. "Cuma palsu doang, cuma buat konten. Ya kalau beneran ya pada mabok, pasti diusir itu," kata dia.
Salah seorang pedagang lainnya juga menyebut bahwa video itu hanya dibuat untuk konten semata. Pasalnya, tidak mungkin ada orang yang berjualan minuman beralkohol secara terang-terangan.
"Minggu kemarin itu buat kontennya. Cuma konten doang," kata dia.
Salah satu petugas di taman itu mengatakan bahwa video viral itu hanya sekadar konten. Tidak ada penjual yang benar-benar menjajakan minuman beralkohol di kawasan itu.
"Itu cuma konten. Dibuat haru Minggu kemarin," kata dia.
Salah seorang petugas keamanan di taman itu mengaku tidak tahu adanya konten tersebut. Namun, ia membenarkan bahwa lokasi video tersebut berada di Taman Mataram. Ia pun membantah ada orang yang berjualan minuman keras di kawasan yang dijaganya itu.
"Lihat aja sendiri, enggak ada kan," kata petugas tersebut.
Dari pengamatan Republika, tidak ada penjual minuman keras di kawasan taman itu. Hanya ada pedagang lain yang berjualan dan beberapa orang tengah bersantai di area taman tersebut.

1 hour ago
1











































