Rupiah Ambruk ke Level 17.300 per Dolar AS

5 hours ago 3

NILAI tukar rupiah menembus level 17.200 per dolar Amerika Serikat pada Kamis pagi, 23 April 2026. Kurs rupiah itu melemah dibandingkan dengan saat perdagangan Rabu, 22 April 2026 yang ditutup di level 17.180 per dolar AS.

Mengutip data Trading Economics, hingga pukul 09.50 nilai tukar rupiah tercatat 17.295 per dolar AS. Rupiah bahkan sempat menembus level 17.307 per dolar AS pada Kamis pukul 09.50.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuabi menyatakan rupiah yang menembus di atas 17.300 telah melewati ekspektasi awal. "Kemungkinan besar akhir April, minggu depan, akan tembus 17.400 per dolar AS," ucapnya lewat pernyataan resmi, Kamis, 23 April 2026.

Ibrahim menyatakan kondisi ini dipengaruhi oleh faktor eksternal konflik di Timur Tengah. Pertemuan antara AS dan Iran yang difasilitasi oleh Pakistan pekan ini tak mencapai kesepakatan sebab Iran tak mengikuti perundingan. "Karena Amerika sudah menyalahi aturan senjata dengan melakukan penguasaan kapal tanker Iran yang melalui Selat Hormuz," ucapnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pada perdagangan kemarin, mata uang RI melemah seiring keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan alias BI Rate di level 4,75 persen. Mengutip siaran resmi, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan keputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter. Khususnya dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak pemburukan kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah. 

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menunjukkan mata uang rupiah pada perdagangan Rabu, 22 April tercatat di level 17.179 per dolar AS. Nilai dolar konsisten di level 17 ribu sejak awal bulan ini.

Ekonom sekaligus Guru Besar Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menyatakan pelemahan rupiah bisa berdampak pada kenaikan harga barang-barang impor dan mendorong inflasi secara bertahap. Jika rupiah bertahan di kisaran 17 ribu per dolar AS dalam waktu lama, masyarakat akan merasakan tekanan langsung pada biaya hidup,” ucapnya.

Tekanan itu menurut Syafruddin akan makin kuat karena harga energi dunia masih tinggi. Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik di atas $102 per barel pada Kamis, 23 April 2026.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |